<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Planethobbies's Weblog</title>
	<atom:link href="http://planethobbies.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://planethobbies.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<pubDate>Fri, 09 May 2008 16:46:38 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=MU</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Memburu Pernak-pernik si Gitaris Ulung</title>
		<link>http://planethobbies.wordpress.com/2008/05/09/memburu-pernak-pernik-si-gitaris-ulung/</link>
		<comments>http://planethobbies.wordpress.com/2008/05/09/memburu-pernak-pernik-si-gitaris-ulung/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 May 2008 16:46:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>planethobbies</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Music]]></category>

		<category><![CDATA[Gitar]]></category>

		<category><![CDATA[Pernak-pernik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://planethobbies.wordpress.com/?p=31</guid>
		<description><![CDATA[

www.paulgilbert.com
Paul Gilbert bersama koleksi gitar kesayangan.
JAKARTA – Paul Gilbert bukan sosok                yang asing. Paling tidak bagi para penggemar musik rock di                Indonesia. Gitaris yang lahir 6 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="center"><strong><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;font-size:medium;"><br />
<img src="http://www.sinarharapan.co.id/feature/hobi/2004/0310/hobi1.jpg" border="0" alt="" width="370" height="268" /><br />
</span></strong><span style="font-family:Arial;font-size:xx-small;">www.paulgilbert.com<br />
Paul Gilbert bersama koleksi gitar kesayangan.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;font-size:x-small;">JAKARTA – Paul Gilbert bukan sosok                yang asing. Paling tidak bagi para penggemar musik rock di                Indonesia. Gitaris yang lahir 6 November 1966 di Carbondale,                Illinois, Amerika, ternyata cukup mendapat tempat di sini.                Buktinya, kita takkan susah bila cari informasi soal Paul Gilbert.                Coba saja ketik kata kunci nama Paul Gilbert di edisi Indonesia                mesin pencari google. Maka, akan muncul berderet-deret situs yang                menyebut namanya.</p>
<p>Tapi, maaf kali ini takkan dibahas soal musikalitas si gitaris                ulung itu namun kegilaan para penggemarnya di negeri ini. Ridwan                Saipul Nugraha terkekeh-kekeh. Pemuda berusia 29 tahun ini terang                saja geli bila mengingat pertemuannya dengan sang idola. Pada                2002, Paul Gilbert datang ke Indonesia untuk memberikan klinik                gitar kepada publik. ”Kebetulan aku kenal sama orang Ibanez.                Sebagai wartawan aku minta wawancara khusus sebelum manggung.”<br />
Saat wawancara, Ridwan menanyakan beragam hal. Dari soal musik                sampai menyerempet kesibukan dia dalam bersolo karier. Dalam sesi                ini dia juga menyempatkan diri berfoto-foto-ria. ”Saking asyiknya,                aku lupa ada titipan teman untuk minta tanda-tangan. Aku sendiri                juga butuh. Waduh, gimana ya?” kenang Ridwan.<br />
Begitu klinik usai, si gitaris sudah tak bisa ditemui. Maklum,                kecapekan habis manggung. Ridwan panik. Ia hanya bisa merutuk                dirinya sendiri. Bukan apa-apa, kesempatan emas itu seolah                terbuang percuma. Poster yang ada di genggaman tangan belum lagi                mendapat tanda tangan sang idola. Tentu rasanya belum sahih                sebagai kolektor.<br />
Dasar jodoh. Ridwan yang sudah setengah putus asa seperti ketiban                bulan. ”Habis acara klinik itu, aku liputan fashion ke hotel                Borobudur (Jakarta). Pas baru mau masuk, eh tiba-tiba ada mobil                berhenti di dekat pintu masuk,” lanjut Ridwan. Coba tebak siapa                yang keluar dari mobil itu? Tentu saja, Paul Gilbert!<br />
<img src="http://www.sinarharapan.co.id/feature/hobi/2004/0310/hobi2.jpg" border="0" alt="" width="200" height="150" align="right" />Ridwan girang bukan                kepalang. Langsung saja, dia menyapa sang idola. Asyiknya, Paul                tak lupa perjumpaan sebelumnya. Dengan ramah, Paul menghadiahi                sejumlah tanda-tangan bagi Ridwan. Ada yang dibubuhkan di poster,                cakram padat album solo dan album Mr. Big (grup musik yang sempat                diperkuat Paul Gilbert). ”Wah, dia itu memang ramah. Aku pikir                nggak bakal dapat tanda-tangan dia,” gelak Ridwan.<br />
Ridwan mulai menyukai Paul Gilbert sejak masih duduk di bangku                sekolah. Kira-kira sekitar tahun 1990-an. Mula-mula dia mengoleksi                kaset. Karena kualitasnya gampang rusak, Ridwan segera beralih ke                cakram padat. Dan sejak itu perburuan pun makin serius. ”Tapi                kebanyakan aku beli lewat internet. Ada juga yang hasil barter                dengan teman,” ujarnya.<br />
Teknologi dunia maya ternyata amat membantu Ridwan dalam perburuan                koleksi. Bukan cuma cakram padat tetapi juga tablature (buku musik                yang berisi partitur karya solo Paul Gilbert), termasuk majalah                musik yang memuat profil Paul. Lalu barang seperti itu didapat di                mana ya? ”Di Jepang. Mereka pun jual DVD Guitar From Mars                Classical dan Guitar From Mars Rock harganya 7.600 Yen, di luar                ongkos kirim. Kemaren bareng temen order, mereka kirim gak sampai                10 hari barangnya dah nyampe,” jelas Ridwan.<br />
Di negeri sakura itu, juga ada empat album solo PG tersedia di                sana seperti Kings Of Club, Selections From Flying Dog, Alligator                Farm dan Burning Organ. Harganya berkisar 2.800 – 3.000 Yen, di                luar ongkos kirim. ”Order biasanya akan sampai dalam 2 minggu                setelah pemesanan,” kata Ridwan. Kalau mau coba, silakan kunjungi                situs: www.hav.co.jp dan www.shinko-music.co.jp.<br />
Selain itu, wartawan salah satu stasiun televisi swasta ini juga                punya buku tablature lain. Namanya, Paul Gilbert’s Guitar Cook                Book yang satu set dengan cakram padat ukuran 7 inci. ”Isinya                pelajaran musik gitar ala Paul Gilbert.”<br />
Di dunia maya, Ridwan bukan cuma bertransaksi. Ia juga melakukan                barter dengan sesama kolektor. Yang menarik, dia tak pernah                bertatap muka dengan para kolektor tersebut. ”Gimana mau kopi                darat, lah wong mereka tinggalnya ada yang di Eropa, Australia dan                Amerika,” kekeh Ridwan.<br />
Pernah suatu kali, Ridwan memburu single solo pertama Paul                Gilbert: ”Girls who can Read Your Mind”. Katanya, sudah tiga tahun                dia memburu barang langka ini. Tahun 2003, dia menemukan penjual                di situs Amazon.com. ”Yang jual nawarin 19 dolar AS. Aku setuju,                lantas aku minta bantuan temenku yang ada di California (AS).”                Sesama kolektor tolong-menolong adalah hal yang lumrah. Begitu                barang didapat Ridwan pun gembira. Dan makin bertambah setelah                temannya itu tak mau dibayari uang talangan untuk membeli single                itu. ”Kata dia, ini hadiah buat aku. Walah, senang banget. Sudah                dapat barang langka eh, nggak tahunya malah gratis.”<br />
Ridwan juga sempat tertipu. Kejadiannya sekitar April tahun lalu.                ”Aku sudah kirim ke temen-ku di Australia, sekitar Rp. 400 ribu.                Eh, dia bilang duit itu nggak nyampe.” Padahal, Ridwan sudah                mengecek di sini dan uang itu sudah terkirim.<br />
Dalam satu bulan, Ridwan mengaku membelanjakan sekitar Rp 300 ribu                untuk memburu koleksi Paul Gilbert. Rekor paling besar, sekitar                satu juta rupiah. ”Wah, kalo nggak di-rem bisa jebol juga kantong                ini,” tutur Ridwan sambil mesem-mesem.<br />
Untuk di negeri sendiri Ridwan menyodorkan nama: Jathie dan                Kodrat. Keduanya dikenal sebagai dua – dua sobat yang sama-sama                gemar mengoleksi beragam barang koleksi soal Paul Gilbert. ”Wah,                Kodrat koleksinya lebih banyak lagi dari aku,” kata Ridwan.<br />
Di Makassar, Sulawesi Selatan ada Sofyan yang juga tergila-gila                dengan gitaris yang sekarang tergabung dengan band Racer X ini.                Sama seperti rekan-rekan dari Jakarta itu, Sofyan juga mengoleksi                tablature Paul Gilbert. Kebetulan dia ikut milis gitaris.com. Jadi                ketika mau cari dia minta saran Ridwan. Lagi-lagi, sesama kolektor                mereka pun saling berbagi. Lewat asas kepercayaan, informasi itu                mengalir seperti air: luber ke mana-mana. Dan barang koleksi terus                diburu sampai ketemu. </span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/planethobbies.wordpress.com/31/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/planethobbies.wordpress.com/31/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/planethobbies.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/planethobbies.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/planethobbies.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/planethobbies.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/planethobbies.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/planethobbies.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/planethobbies.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/planethobbies.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/planethobbies.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/planethobbies.wordpress.com/31/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=planethobbies.wordpress.com&blog=3635214&post=31&subd=planethobbies&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://planethobbies.wordpress.com/2008/05/09/memburu-pernak-pernik-si-gitaris-ulung/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://www.sinarharapan.co.id/feature/hobi/2004/0310/hobi1.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.sinarharapan.co.id/feature/hobi/2004/0310/hobi2.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Adenium, Kamboja yang Mirip Bonsai</title>
		<link>http://planethobbies.wordpress.com/2008/05/09/adenium-kamboja-yang-mirip-bonsai/</link>
		<comments>http://planethobbies.wordpress.com/2008/05/09/adenium-kamboja-yang-mirip-bonsai/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 May 2008 16:37:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>planethobbies</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tanaman Peliharaan]]></category>

		<category><![CDATA[Adenium]]></category>

		<category><![CDATA[Bonsai]]></category>

		<category><![CDATA[Kamboja]]></category>

		<category><![CDATA[Tanaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://planethobbies.wordpress.com/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[ 
Jakarta – Adenium obesum di Indonesia                dikenal dengan sebutan kamboja jepang. Nama adenium lebih disukai                pehobi, pasalnya kamboja selalu dikaitkan dengan kuburan. Adenium  [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong><span style="font-family:Arial;font-size:medium;"> </span></strong></p>
<p align="left"><span style="font-family:Arial;font-size:x-small;">Jakarta – Adenium obesum di Indonesia                dikenal dengan sebutan kamboja jepang. Nama adenium lebih disukai                pehobi, pasalnya kamboja selalu dikaitkan dengan kuburan. Adenium                memikat para penggemar tanaman hias karena variasi warna bunganya                kaya dan indah. Ditambah lagi bentuk akarnya yang membesar bila                telah tua. Inilah yang membuat sosoknya jadi unik dan mirip                bonsai. </span></p>
<p align="center"><img src="http://www.sinarharapan.co.id/feature/hobi/2002/122/poly1.jpg" border="0" alt="" vspace="10" width="200" height="300" /><span style="font-family:Arial;font-size:x-small;"><img src="http://www.sinarharapan.co.id/feature/hobi/2002/122/poly2.jpg" border="0" alt="" hspace="0" vspace="10" width="200" height="300" /></span></p>
<p align="center"><span style="font-family:Arial;font-size:xx-small;">SH/bayu dwi mardana<br />
Pemangkasan, jadi kunci agar adenium rajin berbunga, dan sebagai              pemutus rantai hama serta penyakit. (kiri)<br />
Inilah jenis adenium yang paling digemari pehobi di Indonesia.              (kanan) </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;font-size:x-small;">Sebetulnya adenium sama sekali              berbeda dengan kamboja. Walau masih dalam satu keluarga, yaitu              Apocynaceae, namun ada beberapa perbedaan yang mencolok di antara              keduanya.<br />
Coba saja lihat bentuk daun dan akar antara kedua tanaman tersebut.              Bentuk adenium jauh lebih kecil dibanding daun kamboja. Akar adenium              mampu membesar seperti umbi dan meliuk ke kiri-kanan. Bagian inilah              yang berfungsi sebagai penyimpan air. Sedang pada kamboja tak dapat              dijumpai bentuk akar seperti itu.<br />
Dari sosoknya pun adenium dan kamboja punya perbedaan yang kentara.              Adenium punya sosok yang kecil hingga amat cocok sebagai tanaman              penghias teras rumah. Sedang kamboja memiliki sosok yang tinggi dan              besar sehingga sering dipakai sebagai tanaman pelindung, di samping              fungsi penghias.<br />
”Itu sebabnya, saya lebih suka menyebut tanaman ini adenium              ketimbang kamboja jepang. Kalau orang dengar (nama) kamboja biasanya              langsung terbayang tanaman yang besar,” ujar Candra Gunawan, pehobi              sekaligus pengusaha tanaman hias di bilangan Sawangan, Depok.<br />
Sedang di Cina, adenium punya nama Fook Hui Hwa yang artinya, bunga              keberuntungan. Dan di Thailand dianggap sebagai bunga selamat datang              (choa chuem).</p>
<p>Tanaman Gurun<br />
Iklim tropis Indonesia menjadi lokasi yang cocok bagi pertumbuhan              tanaman ini. Di habitat aslinya, adenium merupakan tanaman semak              yang tumbuh liar di daerah gurun yang panas. Tanaman ini menyimpan              air di dalam akarnya sehingga dapat bertahan hidup di daerah yang              kering. ”Karena mampu menyimpan air, dia termasuk tanaman sukulen,”              kata Candra, pehobi yang belakangan serius menekuni usaha komersial              adenium. Jadi, istilahnya tanaman bandel .<br />
Adenium berasal dari daerah gurun pasir di daratan Afrika dan              jazirah Arab, seperti Senegal sampai Sudan, Kenya, Tanzania,              Mozambique, Namibia dan sekitarnya. ”Dari Pantai Timur Afrika sampai              Afrika Selatanlah,” sebut Candra. Kalau di Arab, tersebar di Oman,              Saudi Arabia dan Yaman. Karena berasal dari gurun pasir maka adenium              punya julukan desert rose, mawar padang pasir.<br />
Melihat tempat asalnya, adenium merupakan tanaman yang memerlukan              sinar matahari penuh, tak perlu banyak air dan menyukai media tanam              yang porous - berliang renik. Bila ketiga hal tadi dipenuhi, dijamin              adenium bakal tumbuh subur. Di tempat asalnya, tanaman yang subur              tingginya bisa mencapai sekitar empat meter.<br />
”Dibanding anggrek, merawat adenium tak terlalu susah. Kalau kita              lupa nyiram anggrek dua-tiga hari saja bisa mati. Kalau adenium              sampai dua minggu pun tahan tidak disiram,” ujar sang empunya              Godongijo Nursery. Soal pemupukan dan perawatan terhadap hama pun              lebih gampang ketimbang anggrek. Kemudahan-kemudahan itu, membuat              Candra yakin dalam waktu dekat bakal digemari pehobi tanaman hias.              ”Memang perlu waktu dan butuh promosi yang cukup gencar, tapi saya              yakin tanaman ini bakal digemari.”<br />
Melihat peta dunia, tren adenium tak seragam. Di Thailand, tren              tanaman ini baru saja melewati masa puncaknya. Sekitar tiga tahun              silam, adenium booming di negeri gajah putih itu. Namun di Cina,              Taiwan dan Amerika perkembangan adenium relatif sama dengan kondisi              di Indonesia. Sama-sama punya grafik popularitas yang terus              merangkak naik. Tiap pameran flora eksotik digelar, adenium selalu              jadi incaran kolektor. Jangan kaget jika sepohon adenium tua dengan              bentuk bongkol besar, harganya mencapai Rp 50 juta.</p>
<p>Pelepas Lelah<br />
Kebanyakan masyarakat jatuh cinta pada tanaman ini sebab keindahan              bunga. J.E. Mujiono (49), pehobi tanaman mengaku tertarik adenium              gara-gara kepincut keindahan bunganya. ”Bunga-bunga yang ditampilkan              bisa memberi inspirasi dan pelepas lelah. Biasanya sehabis bekerja,              saya selalu melihat-lihat koleksi tanaman berbunga di rumah.              Termasuk adenium ini.”<br />
Di kala senggang, bapak berputra dua ini tak pernah absen untuk              berjalan-jalan bersama sang istri mencari koleksi adenium terbaru.              Warna dan bentuk bunga yang unik selalu jadi pertimbangan mereka.              Dibanding anggrek, perawatan adenium lebih mudah. Juga bunganya              beragam warna dan masing-masing cantik.<br />
Sosok adenium yang menyerupai tanaman bonsai juga mampu mencuri              perhatian para pehobi. Makin tua, akar adenium akan makin membesar              seperti umbi. Akar gendut ini akan meliuk ke kiri-kanan hingga              membuat penampilannya bertambah unik.<br />
Di pembibitan milik Candra, bahkan ditemukan bentuk akar yang              menyerupai kelamin lelaki dan dada wanita. Makanya oleh kolektornya,              kedua dijuluki female and male adenium.<br />
Kesan tua akan terpancar kuat bila akar gendut itu ditonjolkan              keluar sehingga pemakaian pot bonsai yang ceper dapat mengkatrol              penampilan adenium. Yang harus dicermati, jika ingin akar tanaman              besar, adalah perlakukan tanaman sesuai sifat aslinya.<br />
Pertumbuhan akar tanaman ini akan baik jika media tanam yang              digunakan sesuai. Selain itu faktor penyiraman juga berpengaruh.<br />
Menurut Octa Sugih (29), pehobi adenium yang juga pemilik ”Red              Flower Nursery”, bunga adenium berbentuk terompet dan terdiri dari 5              helai petal (mahkota bunga).<br />
Di dalam corong (terompet) bunga terdapat benang sari. Bentuk petal              (mahkota bunga) sangat bervariasi, ada berbentuk bintang, bergerigi,              ujung petal terpotong sampai ujung yang membulat.<br />
Secara umum, bentuk bunga adenium bisa dibagi menjadi tiga, yaitu              berbentuk bintang (Adenium ”Crimpson Star”), bintang dengan tepi              bergerigi (Adenium obesum) dan bulat (Adenium swazicum).<br />
Dahulu bahkan sampai kini pencinta tanaman hanya tahu warna bunga              adenium merah muda atau pink. Ternyata secara diam-diam adenium di              Indonesia merayap naik dan hadir dengan aneka warna.<br />
Sekarang telah ditemukan atau disilangkan lebih kurang 100 warna.              Dari yang putih bersih, loreng-loreng sampai merah tua dengan              pinggir bunga berwarna hitam. Bagian corong bunga juga bervariasi.              Ada yang polos putih, polos kuning, polos merah dan bergaris-garis.<br />
Hama<br />
Agar adenium rajin berbunga, Candra dan Octa sama-sama menyarankan              untuk melakukan pemangkasan pada tanaman. Batang adenium yang              dibiarkan tumbuh memanjang akan memberi kesan berantakan.<br />
Lagipula pemangkasan batang utama bisa dilakukan sesuai keinginan              kita. Kalau ingin bentuk tanaman yang agak tinggi maka batang yang              dipotong sebaiknya agak tinggi pula.<br />
Selain batang utama, pemangkasan cabang juga harus dilakukan. ”Ini              kunci untuk mendapatkan bunga adenium dalam waktu yang lama. Bisa              tahan sampai dua bulan,” kata Candra. Dengan dipangkas, batang atau              cabang akan menghasilkan tunas baru lebih dari satu. Dari tunas itu              akan muncul bunga.<br />
Pemangkasan cabang juga berfungsi memutus siklus hidup hama dan              penyakit. Salah satu musuh besar adenium adalah spider mite. Hewan              ini seperti tungau berwarna merah, kuning muda, hijau tua, coklat              muda dan hitam. Dia bersarang di bagian bawah daun dan ketiak daun.              Bila bagian atas daun berwarna kusam dan terlihat mengkerut, artinya              tanaman terkena gejala serangan hama tersebut.<br />
Saat ini, banyak ditemukan varietas baru adenium. Candra sendiri              punya sekitar 100 varietas tanaman. ”Rekan saya di Amerika baru-baru              ini dapat hibrida yang punya bunga wangi dan warnanya merah tua.              Menurut saya, itu sebuah terobosan besar.” Apa pasal? Dengan              ketemunya jenis yang mampu mengeluarkan bunga yang harum dan warna              cerah tentu akan makin memperkuat pesona adenium. Kalau sudah              begitu, siapa sih yang nggak kepincut. </span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/planethobbies.wordpress.com/30/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/planethobbies.wordpress.com/30/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/planethobbies.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/planethobbies.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/planethobbies.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/planethobbies.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/planethobbies.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/planethobbies.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/planethobbies.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/planethobbies.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/planethobbies.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/planethobbies.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=planethobbies.wordpress.com&blog=3635214&post=30&subd=planethobbies&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://planethobbies.wordpress.com/2008/05/09/adenium-kamboja-yang-mirip-bonsai/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://www.sinarharapan.co.id/feature/hobi/2002/122/poly1.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.sinarharapan.co.id/feature/hobi/2002/122/poly2.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Kaktus, Tumbuhan Berduri dengan Adaptasi Tinggi</title>
		<link>http://planethobbies.wordpress.com/2008/05/09/kaktus-tumbuhan-berduri-dengan-adaptasi-tinggi/</link>
		<comments>http://planethobbies.wordpress.com/2008/05/09/kaktus-tumbuhan-berduri-dengan-adaptasi-tinggi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 May 2008 16:34:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>planethobbies</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tanaman Peliharaan]]></category>

		<category><![CDATA[Berduri]]></category>

		<category><![CDATA[Kaktus]]></category>

		<category><![CDATA[Tanaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://planethobbies.wordpress.com/?p=29</guid>
		<description><![CDATA[

JAKARTA – Unik, khas dan tidak                neko-neko soal perawatannya. Pertama lihat, ditanggung langsung                jatuh hati. Maaf, ini bukan jargon iklan, tapi begitulah gambaran   [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong><span style="font-family:Arial;font-size:medium;"><br />
</span></strong></p>
<p align="left"><span style="font-family:Arial;font-size:x-small;">JAKARTA – Unik, khas dan tidak                neko-neko soal perawatannya. Pertama lihat, ditanggung langsung                jatuh hati. Maaf, ini bukan jargon iklan, tapi begitulah gambaran                keunggulan kaktus sebagai tanaman hias.<br />
Berkat faktor unggul itu pula kaktus banyak digemari para pehobi                tanaman. Entah itu sebagai penambah semarak ruang hijau di rumah,                atau penyegar beragam acara di tempat-tempat macam hotel                berbintang. Dari situ, terkuak sebuah peluang bisnis yang cukup                menjanjikan. </span></p>
<p align="center"><img src="http://www.sinarharapan.co.id/feature/hobi/2002/113/poly1.jpg" border="0" alt="" width="425" height="279" /></p>
<p align="center"><span style="font-family:Arial;font-size:xx-small;">SH/Tinnes Sanger<br />
Dengan proses penyambungan bentuk unik seperti ini bukan hal aneh              lagi.</p>
<p></span></p>
<p><span style="font-family:Arial;font-size:x-small;">”Tri Listiyarini, seorang penggemar              kaktus, mengaku terpikat karena tiga hal tadi. Bentuk yang unik dan              khas dalam penampilan, membuat dirinya merasa perlu bergaul dengan              kaktus. ”Keunikan kaktus ada pada bentuk yang beraneka macam. Ada              yang berbulu seperti sikat, batang totol-totol, silinder dan masih              banyak lagi.”<br />
Bentuk yang unik itu bisa dilihat dari beragamnya jenis kaktus.              Kaktus misalnya bisa dibedakan berdasar tempat asalnya, ragam bentuk              dan golongan duri. Biasanya, penggemar kaktus mencari jenis yang              populer, seperti kaktus totol (Opuntia microdasys cristata), kaktus              sinterklas (Opuntia vestita cristata), kaktus peniti (Mammillaria              bocasana), kaktus spiral (Mammillaria tolimensis), kaktus uban              (Cephalocereus senilis), kaktus pagoda (Gymnocalycium hossei) dan              lainnya.<br />
Dari jenis yang ada, para pehobi tak lantas puas begitu saja. Mereka              coba melakukan penggabungan di antaranya demi mendapat bentuk dan              silangan yang baru nan langka (abnormal). Cara ini lazim disebut              dengan penyambungan atau grafting. ”Teknik grafting ini ada lima              cara. Pertama, flat grafting (sambung rata). Lalu cleft grafting              (sambung celah), side grafting (sambung samping), stab grafting              (sambung tusuk) dan terakhir, seedling grafting (sambung tunas),”              papar Tri yang kali pertama berkenalan dengan kaktus ketika masih di              SMA.<br />
Gampangnya perawatan juga menjadi faktor pendukung kepopuleran              kaktus. Menurut Ir. Joesi Endah, seorang pehobi kaktus yang juga              konsultan pertanian, untuk merawat kaktus nggak ada yang harus              dipusingkan. Taruh saja pot berisi kaktus pada sudut ruangan yang              sesuai dengan syarat hidupnya, misalnya cahaya matahari, suhu,              kelembapan udara dan sirkulasi udara yang cukup baik.<br />
Untuk penyiraman tak perlu terlalu sering. Sebab, kaktus dikenal              dengan tanaman sukulen, mampu menyimpan air pada batangnya. Cukup              disiram saat pot terlihat kering. Demikian saran Tri maupun Joesi.              Jika cuaca kering, penyiraman bisa dilakukan dua atau tiga kali              seminggu. Bila kondisi basah atau dingin, siramlah dengan frekuensi              dua kali dalam sebulan. Mereka juga mengingatkan, media yang masih              terlalu basah sebaiknya jangan disiram. Kaktus bisa menjadi busuk              akibat kelebihan air.<br />
Banyaknya penggemar kaktus di Indonesia tak urung membuka peluang              usaha di antara pehobi tanaman. Terbukti antara 1985 – 1988, bisnis              kaktus mengalami booming. Namun sayang seperti kata Joesi, bisnis              itu hanya berusia seumur jagung karena oversupply di pasaran.              ”Persediaan terlalu banyak, harga jadi turun. Akhirnya orang jadi              jenuh main di kaktus. Ya bubarlah bisnis kaktus ini.”<br />
Kini, dengan beragam cara mereka yang masih bertahan berupaya              menjaga agar bisnis kaktus tak kembali terpuruk. Caranya, membuat              kaktus menjadi elemen dari hiasan interior dan ekterior, macam              terarium atau paludarium. </span></p>
<p align="center"><span style="font-family:Arial;font-size:x-small;"> <img src="http://www.sinarharapan.co.id/feature/hobi/2002/113/poly2.jpg" border="0" alt="" hspace="10" vspace="10" width="420" height="280" /><br />
<img src="http://www.sinarharapan.co.id/feature/hobi/2002/113/poly3.jpg" border="0" alt="" hspace="10" vspace="10" width="420" height="280" /></span></p>
<p align="center"><span style="font-family:Arial;font-size:xx-small;">SH/Tinnes Sanger<br />
Salah satu contoh bentuk sambungan (grafting) pada tumbuhan kaktus.              Penggabungan sengaja dilakukan demi mendapat bentuk dan silangan              yang baru nan langka (abnormal).<br />
.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;font-size:x-small;">Tumbuhan Berduri<br />
Kaktus berasal dari kata Yunani kaktos. Artinya, tanaman berduri.              Adalah Linneaus, ahli botani yang membuat klasifikasi tanaman, yang              memasukkan kaktus ke dalam kelompok tumbuhan berduri atau Cactaceae.<br />
Bila merujuk pada sejarah, kaktus telah tumbuh sekitar 100 juta              tahun lalu. Dulu kaktus punya bentuk tubuh yang tinggi. Lalu sekitar              60 juta tahun kemudian, kaktus dinyatakan punah. Ini terjadi akibat              letusan gunung berapi yang ikut menenggelamkan Benua Amerika, yang              notabene tempatnya bertumbuh.<br />
Usai kegiatan vulkanik gunung berapi itu berhenti, kaktus kembali              tumbuh. Namun kaktus generasi ”anyar” ini tumbuh dengan bentuk yang              lebih pendek dari moyangnya tadi. Kaktus bentuk pendek itulah yang              sering kita jumpai pada masa kini.<br />
Umumnya, kaktus datang dari dataran tandus seperti Amerika Selatan              dan Meksiko. Daerah-daerah itu punya curah hujan rendah dengan              frekuensi yang tak tentu. Perubahan suhu yang ada pun sangat              ekstrem. Ada juga pendapat yang mengatakan bahwa kaktus itu berasal              dari Amerika Tengah dan Selatan, Kanada Utara sampai ke Kepulauan              Galapagos, di Pasifik dan Kepulauan tropis di India Timur dan              Karibia.<br />
Wilayah hidup kaktus amat beragam. Dari daerah pantai yang mengarah              ke laut, hutan belantara sampai ke gunung berbalut es macam              Pegunungan Andes. Jadi, bukan hal aneh bila bertemu kaktus pada              ketinggian 3000 – 4000 m dpl.<br />
Dari kenyataan tadi, bisa dibilang kaktus termasuk tanaman yang              mampu bertahan di segala medan. Kaktus mudah melakukan penyesuaian              dan bentuk-bentuk adaptasi pada tubuhnya. ”Contoh adaptasi ini bisa              dilihat dengan jelas. Bila kondisi alamnya tidak sesuai, ukuran daun              kaktus akan mengecil atau malah sama sekali tidak keluar daun.              Perakarannya menyempit dan batang dijadikan tempat penyimpanan air,”              tutur Joesi yang sejak sekolah dasar sudah tertarik pada kaktus.<br />
Saat berada di daerah yang bersuhu panas dan tanah gersang, kaktus              beradaptasi dengan cara membentuk kulit tubuh yang tebal dan              berlapis lilin. Tak ketinggalan, tumbuh bulu-bulu halus atau              duri-duri yang tajam. Fungsinya jelas, mengurangi pengeluaran air              dari tubuh.<br />
Dalam hal penyebaran, burung pemakan buah kaktus dianggap berjasa              menebarkan benih ke segala tempat di belahan dunia. Walau begitu,              manusia tetap diakui sebagai faktor utama dalam menyebarluaskan              tanaman berkeping dua ini. Peran itu bisa dilihat ketika mereka              melakukan perpindahan tempat, kaktus tak pernah tertinggal dalam              daftar bawaan.<br />
Contoh paling gampang, proses penyebaran kaktus di negeri sendiri.              Di Indonesia, kaktus masuk lewat tangan-tangan pemerintahan jajahan              Belanda. Bule-bule asal negeri kincir angin itu yang pertama kali              dan membudidayakan bibit kaktus. ”Saat pemerintahan Belanda, kaktus              menyebar ke berbagai daerah (di Nusantara),” kata Joesi.<br />
Kebiasaan membawa-bawa kaktus ke tempat baru juga dilakukan Joesi.              ”Karena ayah saya sering berpindah tugas, kaktus koleksi keluarga              sering ikut dibawa.Tapi karena terlalu banyak, ada juga yang sengaja              ditinggal,” katanya.</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/planethobbies.wordpress.com/29/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/planethobbies.wordpress.com/29/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/planethobbies.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/planethobbies.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/planethobbies.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/planethobbies.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/planethobbies.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/planethobbies.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/planethobbies.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/planethobbies.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/planethobbies.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/planethobbies.wordpress.com/29/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=planethobbies.wordpress.com&blog=3635214&post=29&subd=planethobbies&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://planethobbies.wordpress.com/2008/05/09/kaktus-tumbuhan-berduri-dengan-adaptasi-tinggi/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://www.sinarharapan.co.id/feature/hobi/2002/113/poly1.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.sinarharapan.co.id/feature/hobi/2002/113/poly2.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.sinarharapan.co.id/feature/hobi/2002/113/poly3.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Tanaman buah dalam pot solusi pas untuk lahan terbatas</title>
		<link>http://planethobbies.wordpress.com/2008/05/09/tanaman-buah-dalam-pot-solusi-pas-untuk-lahan-terbatas/</link>
		<comments>http://planethobbies.wordpress.com/2008/05/09/tanaman-buah-dalam-pot-solusi-pas-untuk-lahan-terbatas/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 May 2008 16:30:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>planethobbies</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tanaman Peliharaan]]></category>

		<category><![CDATA[Buah]]></category>

		<category><![CDATA[Lahan terbatas]]></category>

		<category><![CDATA[Tanaman]]></category>

		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://planethobbies.wordpress.com/?p=28</guid>
		<description><![CDATA[CIBINONG – Keterbatasan lahan tak                mesti mengekang hobi pertanian. Sebagian pehobi coba kutak-kutik.                Mereka tetap melakukan hobi berkebun walau ruang yang tersedia tak   [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="left"><span style="font-family:Arial;font-size:x-small;">CIBINONG – Keterbatasan lahan tak                mesti mengekang hobi pertanian. Sebagian pehobi coba kutak-kutik.                Mereka tetap melakukan hobi berkebun walau ruang yang tersedia tak                cukup luas. Jangan sebut kata luas, tapi pas-pasan. Lewat sebuah                kebetulan, muncul alternatif baru untuk menjawab kelangkaan lahan                tadi. Dari situ, pilihan tempat untuk menanam tak lagi terbatas di                lahan terbuka, macam pekarangan atau kebun, namun sudah merambah                pada media pot. Inilah yang disebut tanaman buah dalam pot atau                yang di kalangan pehobi disebut ”tanbulampot”. </span></p>
<p align="center"><img src="http://www.sinarharapan.co.id/feature/hobi/2002/111/poly1.jpg" border="0" alt="" width="425" height="279" /></p>
<p align="center"><span style="font-family:Arial;font-size:xx-small;">Bayu Dwi Mardana<br />
Lily Turangan tampak asyik merawat tanbulampot kesayangan. Bagi              pehobi berkebun di kota, tanbulampot bisa jadi alternatif yang              menarik.</p>
<p></span></p>
<p><span style="font-family:Arial;font-size:x-small;">”Tanbulampot memang dikenal sebagai              solusi bertani bagi orang-orang kota. Dengan lahan sempit,              orang-orang kota itu ingin bisa menikmati buah dari pohon yang              mereka tanam,” ungkap Lily Turangan (57), salah seorang pehobi              tanaman di bilangan Cileungsi, Kabupaten Bogor. Ibu yang mengaku              cinta tanaman sejak usia sekolah dasar ini amat tergila-gila dengan              tanaman buah dalam pot. Buktinya, ia tak cuma menanam pohon buah              dalam pot saja tapi ikut mengembangbiakkan tanaman itu.<br />
Menurut Ir. Joesi Endah, penggemar tanaman yang juga konsultan              pertanian, budi daya sistem tanaman buah dalam pot tak hanya              melahirkan solusi bertani bagi orang kota atau pemilik lahan sempit,              namun juga mengandung kolaborasi antara teknologi pertanian dan              nilai estetika.<br />
Awalnya, cara bertanam di dalam pot hanyalah sebagai kegiatan iseng              beberapa penangkar buah. Ini dilakukan karena bibit tanamannya tak              banyak yang laku terjual. Kejadian ini berlangsung pada awal delapan              puluhan. Saat itu, urusan jual-beli bibit tanaman buah belum              semeriah sekarang.<br />
Khawatir bibit yang tak laku tumbuh terus, para penangkar itu nekat              menanamnya dalam pot. Perawatan yang dilakukan pun tak jauh beda              ketika bibit itu ditanam di tanah lapang. Hasilnya, sungguh di luar              dugaan. ”Mereka bisa tetap mendapat buah. Bahkan lebih rajin berbuah              dan tanamannya mudah didapat,” kata Joesi, insinyur pertanian              jebolan Institut Pertanian Bogor (IPB).<br />
Ada sejumlah keuntungan bila memelihara tanaman buah dalam pot di              sekitar kita. Paling gampang, kebutuhan gizi dan vitamin keluarga              bisa terpenuhi berkat buah yang hadir hampir sepanjang musim. Belum              lagi, unsur penghijauan rumah meski hanya punya lahan pas-pasan.              Unsur estetika dan keindahan pun bisa muncul. Coba saja lihat saat              tanaman itu semarak berbuah. Warna kuning ranum berpadu hijau daun              yang cantik. Lagi pula ukuran tajuk tanaman ini tergolong ”kompak”              sebab tingginya hanya sekitar 1 sampai 2 meter saja.<br />
”Penempatan secara soliter di teras atau di dalam ruangan bisa              dilakukan sesuai kebutuhan dan kondisi tanaman. Ia juga bisa              dipadukan dengan tanaman hias di taman atau halaman rumah,” ujar              Joesi tentang fungsi estetika tanaman buah dalam pot.<br />
Beragam tanaman buah saat ini sudah banyak yang berhasil              dibudidayakan dengan distem pot. Lily Turangan menyebut enam jenis              tanaman buah yang biasa ia tanam dengan teknik ini. ”Dari pengalaman              saya, jenis mangga, jambu biji, belimbing, jeruk, srikaya dan              kedondong mudah berbuah dan hidup dalam pot.”<br />
Ada yang mudah, tentu ada pula yang sulit. Jenis alpukat, durian,              gandaria dan nangka besar adalah beberapa contoh tanaman buah yang              sulit ditanam sebagai tanaman dalam pot. Sedang jambu bol, jambu              mawar, manggis, duku, jamblang, lengkeng, nangka madu dan rambutan              termasuk contoh yang agak sulit dibudidayakan sebagai tanaman dalam              pot.</p>
<p>Lima Syarat<br />
Agar tanaman dalam pot rajin berbuah, Lily dan Joesi sama-sama              menyebut sejumlah syarat yang harus dipenuhi. Paling tidak ada lima              syarat tumbuh atau faktor yang jadi pertimbangan.<br />
Pertama, pemilihan jenis tanaman yang sesuai dengan ketinggian              tempat. Kedua, pemilihan bibit tanaman. Diikuti pemilihan media              tanam dan pot. Lalu pemupukan yang efektif dan terakhir,              pengendalian hama dan penyakit tanaman.<br />
Pengetahuan asal-usul tanaman harus sudah nyantol di otak sebelum              memutuskan menanam suatu bibit tanaman buah dengan teknik pot. Ini              penting. ”Jangan sampai stroberi dan apel yang merupakan tanaman di              daerah dingin, ditanam di dataran rendah. Wah, mana mau berbuah              dia,” kata Joesi memberi perumpamaan. Umumnya, semua jenis tanaman              buah hanya dapat berbunga dan berbuah dengan baik bila ditanam di              daerah berketinggian sekitar 400 m dpl.<br />
Pemilihan bibit juga tak kalah penting. Bibit yang baik tentu akan              menghasilkan – secara kualitas dan kuantitas – pertumbuhan dan              perkembangan tanaman yang jempolan. ”Saya menganjurkan untuk memilih              bibit tanaman buah yang jelas asal-usulnya. Artinya, bibit dibeli              dari penangkar tanaman yang baik dan terpercaya,” ucap Lily.<br />
Urusan bibit selesai, langkah berikut menyiapkan media tanam dan              pot. Kata Joesi, media tanam yang digunakan untuk tanaman buah dalam              pot sebaiknya memenuhi syarat minimal, yaitu mengandung tanah              sebesar 50 %, pasir 20 % dan bahan organik 30 %.<br />
Dari syarat minimal tadi, bisa diterjermahkan menjadi berbagai macam              komposisi bahan dasar sebagai media tanaman buah dalam pot. Bahan              dasar untuk media tanam terdiri atas tanah, pupuk kandang, kompos,              pupuk kimiawi dan bahan lain sebagai tambahan.<br />
Pemilihan pot yang tepat menjadi modal awal bagi pertumbuhan              tanaman. Pot yang digunakan bisa dipilih dengan memanfaatkan kaleng              biskuit bekas, sisa galon air mineral, ember tak terpakai, drum              bekas senyawa kimia dan lainnya. Agar menghindari kontaminasi zat,              Lily menyarankan membeli wadah yang sudah dicuci. Wadah favorit              tetap dipegang belahan drum bekas. Wadah ini mampu menampung seluruh              sistem pengakaran.<br />
Pemupukan harus dilakukan dengan dosis tertentu. Kelebihan dan              kekurangan dosis tentu berdampak buruk bagi tanaman itu. Jenis pupuk              yang bisa dipilih memang beragam. Yang pasti, tanaman buah butuh              unsur hara makro, seperti N, P, K dan unsur hara mikro macam Ca, Mg              dan S. Unsur hara mineral itu merupakan sumber nutrisi bagi              pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Cermati pula waktu dan cara              pemupukan.<br />
Langkah terakhir, pengawasan terhadap hama dan penyakit tanaman.              Faktor pengganggu ini jangan sampai mengacaukan mimpi Anda untuk              memanen buah. Bayangkan betapa kecewanya hati ini saat mengetahui              pertumbuhan tanaman buah terhambat oleh hama dan penyakit.<br />
Pada tanaman buah juga dikenal teknik pemangkasan. Tujuannya, kata              Joesi, untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan produksi.              Pemangkasan juga mampu menjaga kelembaban tanaman sehingga tak mudah              terserang hama dan penyakit.<br />
Berdasar umur tanaman, pemangkasan terbagi menjadi tiga, yaitu              pemangkasan pada pembibitan, pemangkasan tanaman yang belum              menghasilkan dan pemangkasan tanaman yang sudah menghasilkan. Sedang              dilihat dari tujuannya, pemangkasan dibedakan menjadi empat, yaitu              pemangkasan bentuk, pemeliharaan, produksi dan peremajaan.<br />
Bagi sebagian pehobi, tanaman buah dalam pot bisa jadi lahan bisnis              yang menarik. Dengan perawatan yang cermat, tanaman buah dalam pot              mampu menyedot perhatian siapa saja.<br />
Tajuk tanaman yang tak terlalu tinggi dengan disusupi gerombol buah              di ujung cabang, apalagi saat dicicipi buahnya, terasa manis dan              segar, siapa yang tak kepincut. Jadi jangan heran bila ada tanaman              buah dalam pot yang mampu mencapai seharga tiga juta rupiah. Wow!<br />
(SH/bayu dwi mardana) </span></p>
<p align="center"><span style="font-family:Arial;font-size:x-small;"> <img src="http://www.sinarharapan.co.id/feature/hobi/2002/111/poly2.jpg" border="0" alt="" hspace="10" vspace="10" width="200" height="303" /></span></p>
<p><span style="font-family:Arial;font-size:xx-small;">Jambu biji termasuk salah satu jenis              tanaman buah yang mudah ditanam dan berbuah dengan teknik              tanbulampot. </span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/planethobbies.wordpress.com/28/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/planethobbies.wordpress.com/28/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/planethobbies.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/planethobbies.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/planethobbies.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/planethobbies.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/planethobbies.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/planethobbies.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/planethobbies.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/planethobbies.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/planethobbies.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/planethobbies.wordpress.com/28/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=planethobbies.wordpress.com&blog=3635214&post=28&subd=planethobbies&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://planethobbies.wordpress.com/2008/05/09/tanaman-buah-dalam-pot-solusi-pas-untuk-lahan-terbatas/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://www.sinarharapan.co.id/feature/hobi/2002/111/poly1.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.sinarharapan.co.id/feature/hobi/2002/111/poly2.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Tips Merawat Anggrek Bulan</title>
		<link>http://planethobbies.wordpress.com/2008/05/09/tips-merawat-anggrek-bulan/</link>
		<comments>http://planethobbies.wordpress.com/2008/05/09/tips-merawat-anggrek-bulan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 May 2008 16:26:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>planethobbies</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tanaman Peliharaan]]></category>

		<category><![CDATA[Anggrek Bulan]]></category>

		<category><![CDATA[Tanaman]]></category>

		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://planethobbies.wordpress.com/?p=27</guid>
		<description><![CDATA[Keindahan anggrek bulan memang tak              perlu diragukan lagi. Berkat keelokannya itu, anggrek berjuluk              butterfly orchid ini menjelma sebagai primadona bisnis anggrek di        [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="font-family:Arial;font-size:x-small;">Keindahan anggrek bulan memang tak              perlu diragukan lagi. Berkat keelokannya itu, anggrek berjuluk              butterfly orchid ini menjelma sebagai primadona bisnis anggrek di              Tanah Air. Namun apa jadinya bila anggrek ini tak mau berbunga atau              hanya berbunga sekali, dan setelah itu ”ngambek” tak berbunga lagi.              Tentu perasaan kesal dan kecewa akan bercampur ampur aduk jadi satu.<br />
Masalah lain muncul, yakni saat tak berbunga, anggrek bulan yang              kita miliki tak memancarkan keindahan seperti yang diharapkan.              Kondisinya tampak kurang segar dan sehat. Entah itu akar, batang,              daun ataupun bunganya. Semua itu timbul akibat cara perawatan yang              kurang tepat.<br />
Menurut Lily Turangan, sebenarnya tak ada cara khusus untuk              menyiasati anggrek bulan itu agar tumbuh sehat dan rajin berbunga.              ”Saya rasa cara merawat anggrek bulan sama saja seperti kita merawat              Dendrobium.” Meski begitu, ada beberapa hal yang perlu kita cermati              agar tanaman tumbuh segar dan sehat.<br />
Sebagai tanaman epifit, anggrek bulan sepanjang hidupnya di alam              bebas selalu ternaungi oleh ranting atau dahan pohon. ”Karena itu,              anggrek jenis ini hanya butuh intensitas matahari yang tak terlalu              kuat.cukup 20 sampai 50 persen saja,” ujar Lily.</p>
<p>Kebutuhan Sinar<br />
Apabila cahaya yang didapat anggrek lebih besar dari angka itu, akan              timbul kerusakan pada sebagian atau seluruh jaringan tanaman. Gejala              terbakar akan segera terlihat terutama pada daun-daun yang terkena              langsung cahaya matahari. Biasanya gejala itu ditandai dengan              keluarnya warna cokelat kemerahan pada permukaan daunnya.<br />
Kekurangan cahaya, pertumbuhan anggrek bulan pun tak bagus. Daun              akan layu, kuning, pucat dan rontok. Kalau sudah begini, jangan              harap tanaman ini akan mengeluarkan bunga. ”Untuk mendapat sinar              redup itu, pasangi saja kebun kita dengan jaring peneduh atau              paranet,” ujar Lily. Cara lain, tempelkan saja anggrek bulan pada              batang pohon besar dan tempatkan di sebelah timur. Cahaya mentari              pagi sangat bagus bagi pertumbuhannya.<br />
Menurut Hadi Iswanto, umumnya anggrek memiliki kelembaban nisbi              (ratio humidity) cukup tinggi, yaitu 60 sampai 80 persen. Meski              begitu, tanaman berbunga indah ini tak menyukai udara yang kelewat              basah. Kondisi udara yang terlalu lembab justru jadi pemicu              munculnya penyakit busuk tunas dan daun. Anggrek bulan tumbuh bagus              bersuhu 13 derajat Celcius sampai 18 derajat Celcius pada malam hari              dan 18 derajat Celcius sampai 21 derajat Celcius (siang).<br />
”Aturlah kelembaban yang cukup bagi si anggrek. Jangan sampai              tanaman kesayangan kita itu ada dalam kondisi yang terlalu kering.              Ingatlah, anggrek tidak mengisap air tanah seperti tanaman lain,              melainkan hidup dari mengisap kelembaban udara di sekitarnya,”              tambah Lily.<br />
Untuk menjaga kelembaban udara, caranya bisa bermacam-macam.              Pertama, bisa dengan memberikan semprotan air di sekitar tempat              penanaman memakai sprayer. Atau meniru cara Lily, membuat wadah air              di bawah deretan papan penaruh pot anggrek bulan. Alhasil terjadilah              penguapan alami. Kelembaban udara pun terjaga.</p>
<p>Tak Cuma Bersih<br />
Hal lain yang patut dicermati adalah penyiraman. Anggrek bulan akan              tumbuh baik bila kebutuhan airnya tercukupi. Frekuensi dan banyaknya              penyiraman yang diberikan tergantung pada jenis dan besar kecilnya              ukuran tanaman serta keadaan lingkungannya,” kata Hadi. Tanaman yang              sedang aktif tumbuh jelas butuh lebih banyak air ketimbang anggrek              yang sudah berbunga.<br />
Air yang digunakan untuk penyiraman tidak sekadar bersih. Air itu              harus cukup mengandung mineral, pH netral dan tersedia sepanjang              tahun. Selain ikut dalam proses fotosintesis, air juga berperan              mengatur kondisi suhu. ”Cara pemberian air yang baik adalah dengan              sprayer. Air keluar dari sprayer berupa butiran-butiran halus              sehingga tidak menghanyutkan atau merusak media dan bagian tanaman,”              ujar pria kelahiran Surabaya ini.<br />
Biasanya penyiraman pada anggrek bulan minimal dilakukan dua kali              sehari. Bila kemarau, frekuensinya ditambah jadi tiga kali.              Idealnya, kata Hadi, penyiraman dilakukan pada pagi sekitar pukul              07.00 sampai 09.00 dan 16.00 – 18.00 (sore). Hadi juga mewanti-wanti              agar anggrek bulan jangan terlalu berlebihan disiram air. Kelebihan              penyiraman akan berdampak buruk bagi pertumbuhan akar. Buntutnya,              akar jadi mudah busuk dan kehilangan daya serap.<br />
Soal penyiraman beres, sekarang perhatikan aturan pemupukan anggrek              bulan. Ada beragam cara memupuk anggrek. ”Tapi yang banyak dilakukan              adalah pemupukan lewat daun karena lebih efektif dibanding cara              lain,” ujar Hadi menjelaskan. Alasannya, daun mampu menyerap pupuk              sekitar 90 persen, sedangkan akar hanya menyerap 10 persen. Lagi              pula, kandungan unsur hara dalam pupuk bakal lebih cepat tembus ke              jaringan tubuh lewat pembuluh daun atau kutikula.<br />
Pupuk yang digunakan untuk anggrek harus mengandung tiga unsur hara              penting, yaitu nitrogen (N), fosfor (P) dan kalium (K). Pemberian              pupuk harus menyesuaikan fase pertumbuhan tanaman. Saat pembibitan,              paling tidak 60 persen kandungan pupuk itu didominasi oleh unsur N.              Menginjak usia muda, tanaman diberi pupuk dengan konsentrasi N:P:K              yang sebanding yaitu 30 persen. Sedang masa sudah berbunga, unsur P              berganti dominasi menjadi enam puluh persen.<br />
Penggantian media tanam juga tak kalah penting. Ini dilakukan untuk              menjaga pertumbuhan dan pembungaan anggrek bulan tetap optimal.              ”Bila tanaman sudah kelihatan terlalu padat dan punya banyak tunas              atau media tanam banyak ditumbuhi lumut dan dikerubungi semut, itu              berarti sudah saatnya kita mengganti media tanam,” tutur Hadi yang              meraih gelar sarjana pertaniannya di Surabaya.<br />
Untuk mempercepat pembungaan anggrek bulan bisa dilakukan dengan              pelbagai cara. Sebut saja dari perlakukan sepanjang hari, suhu              rendah, pemberian zat pengatur tumbuh dan pengaturan intensitas              cahaya. ”Dari beberapa itu, pilihan paling praktis dan murah adalah              pengaturan intensitas cahaya,” </span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/planethobbies.wordpress.com/27/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/planethobbies.wordpress.com/27/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/planethobbies.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/planethobbies.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/planethobbies.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/planethobbies.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/planethobbies.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/planethobbies.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/planethobbies.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/planethobbies.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/planethobbies.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/planethobbies.wordpress.com/27/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=planethobbies.wordpress.com&blog=3635214&post=27&subd=planethobbies&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://planethobbies.wordpress.com/2008/05/09/tips-merawat-anggrek-bulan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Ternak Kelinci Bisa Menghasilkan Devisa</title>
		<link>http://planethobbies.wordpress.com/2008/05/09/ternak-kelinci-bisa-menghasilkan-devisa/</link>
		<comments>http://planethobbies.wordpress.com/2008/05/09/ternak-kelinci-bisa-menghasilkan-devisa/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 May 2008 16:21:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>planethobbies</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Binatang Peliharaan]]></category>

		<category><![CDATA[Devisa]]></category>

		<category><![CDATA[Hobi]]></category>

		<category><![CDATA[Kelinci]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://planethobbies.wordpress.com/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[JAKARTA – Tak ada yang tahu sejak              kapan kelinci mulai diternakkan. Konon, di Afrika beberapa abad yang              lalu disebut sebagai yang pertama kali dimulainya pemanfaatan     [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="font-family:Arial;font-size:x-small;">JAKARTA – Tak ada yang tahu sejak              kapan kelinci mulai diternakkan. Konon, di Afrika beberapa abad yang              lalu disebut sebagai yang pertama kali dimulainya pemanfaatan              kelinci sebagai hewan peliharaan. Kemudian terus berkembang ke              kawasan Mediterania sekitar 1.000 tahun yang lalu. Dari hasil              peternakan di Mediterania itulah kelinci kemudian mulai menyebar ke              daratan Eropa. Kemudian setelah bangsa Eropa memutuskan bermigrasi              ke berbagai benua baru yang ditemukan, maka hewan kelinci turut              menyebar ke berbagai pelosok dunia. Termasuk di dalamnya penyebaran              ke Benua Amerika, Australia dan Asia.</p>
<p>Di Indonesia sendiri khususnya di Jawa, kelinci konon dibawa oleh              orang-orang Belanda sebagai ternak hias mulai sekitar tahun 1835.              Keberadaan kelinci di Indonesia sempat tidak jelas sejak kedatangan              Jepang tahun 1942. Kemudian berlanjut dengan zaman revolusi              kemerdekaan sampai tahun 1950-an. Catatan yang ada hanya menjelaskan              tentang keberadaan kelinci yang tidak punah pada zaman itu karena              ternyata banyak dikembangbiakkan oleh para peternak di daerah              pegunungan yang relatif aman dari pertempuran.<br />
Selanjutnya baru pada tahun 1980-an pemeliharaan kelinci sebagai              sumber daging mulai digalakkan pemerintah dengan tujuan pemenuhan              peningkatan gizi masyarakat. Namun pola pengembangan tersebut              tidaklah berjalan mulus. Hal tersebut terjadi karena hanya sebagian              kecil peternak kelinci yang bertujuan untuk berdagang dan sisanya              hanya untuk kesenangan saja.<br />
Sebenarnya kelinci-kelinci sendiri terdiri dari berbagai macam ras              dan jenisnya. Ada ras Alaska yang berasal dari Jerman. Kemudian ras              Angora yang sebenarnya berasal-usul kurang jelas. Menurut ceritanya,              ras Angora ini pertama kali ditemukan oleh pelaut Inggris yang              kemudian membawanya ke wilayah Prancis sekitar tahun 1723.<br />
Jenis ras yang lain adalah American Chincilla yang kemudian              dibedakan lagi atas tiga tipe, yaitu tipe standar, besar dan giant              alias raksasa. Khusus untuk yang bertipe giant ini bila dewasa bisa              berbobot mencapai 6-7 kg.<br />
Sedangkan jenis ras Champagne d’ Argent, yang asli berasal dari              Prancis, mempunyai ciri-ciri bulunya berwarna putih perak. Atau              jenis ras yang lain seperti Carolina yang merupakan persilangan              antara kelinci spesies New Zealand white dan New Zealand red. Ras              Caroline ini sangat terkenal di Eropa sebagai kelinci penghasil              daging.<br />
Ada lagi jenis ras Dutch yang terkenal di seluruh dunia sebagai              jenis kelinci peliharaan. Warna bulunya khas, kerena mempunyai bulu              melingkar seperti pelana berwarna putih dari pinggang terus ke leher              sampai ke kaki bagian depan. Sebenarnya banyak lagi jenis ras              kelinci yang lain, seperti ras Himalayan, Flemish giant, Havana, Lop              yang berciri khas mempunyai kuping yang terkulai ke bawah, Polish,              Rex, Satin, Silver, Simonoire, Siamese Sable dan banyak lagi yang              lain lengkap dengan ciri khas masing-masing.<br />
Di Indonesia sendiri sebenarnya ada jenis kelinci lokal tersendiri.              Tapi dimungkinkan jenis kelinci lokal yang ada di Indonesia adalah              jenis kelinci berketurunan ras Dutch. Ras ini dikenal sebagai ras              asli dari Negeri Belanda, jadi mungkin saja dahulu orang-orang              Belanda yang bermigrasi ke Indonesia sempat membawa kelinci ini dari              kampung halamannya dan mengembangbiakkannya di sini.<br />
Ras kelinci Dutch ini punya ciri bentuk tubuh yang kerdil, sehingga              lazim disebut kelinci mini, merupakan kelinci terkecil di dunia.              Biasanya jenis ini dipelihara hanya untuk hiasan dan cocok untuk              mainan anak-anak. Dengan bentuk tubuh pendek, kepala agak bulat,              bentuk telinga tegak dan mempunyai panjang hanya sekitar lima              sentimeter. Biasanya kelinci ini berbulu sangat bagus dan berwarna              putih. Sedangkan ciri lainnya mempunyai mata berwarna merah.</span></p>
<p><img src="http://www.sinarharapan.co.id/feature/hobi/2002/071/klinci2.jpg" border="0" alt="" width="425" height="286" /><span style="font-family:Arial;font-size:x-small;"></p>
<p></span><span style="font-family:Arial;font-size:xx-small;">Kelinci dalam kandang sebagai              ternak untuk dipanen daging dan bulunya.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;font-size:x-small;"><br />
Memilih dan Memelihara<br />
Sebelum memutuskan untuk memelihara kelinci, ada baiknya kita              mengetahui dahulu bagaimana kiat-kiat memilih kelinci yang baik.              Bagaimana cara membuat dan mengurus kandang serta bagaimana cara              memilih makanannya.<br />
Memilih bibit kelinci yang baik sebenarnya tidaklah terlalu sulit.              Biasanya kelinci yang sehat memiliki sifat yang lincah dan aktif,              gerakannya energik dan memiliki nafsu makan yang tinggi. Secara umum              biasanya bibit kelinci yang baik memiliki ciri-ciri fisik sebagai              berikut; pertama memiliki kepala yang sesuai dengan ukuran badan.<br />
Kelinci yang baik bila bertubuh panjang membutuhkan tipe kepala yang              panjang pula. Kelinci berbadan besar dan lebar membutuhkan kepala              yang besar juga dan begitu pula jenis kelinci bertubuh kecil yang              baik adalah yang memiliki jenis kepala kecil juga.<br />
Tipe kepala yang seimbang dan kompak sangat sesuai untuk hampir              semua tipe ras kelinci, seperti Dutch, Havana, Standard Chincilla,              Lilac dan ras kelinci lainnya.<br />
Kelinci yang sehat juga biasanya bermata bulat bercahaya, selaput              matanya bersih, mempunyai pandangan yang cerah dan jernih. Bila              pandangan matanya layu dan kurang jernih, itu menandakan kelinci              tersebut sedang sakit atau kurang baik kondisi fisiknya.<br />
Lihat juga bagian hidung, moncong dan mulutnya apakah dalam keadaan              bersih. Kelinci yang hidungnya basah dan lembab kemungkinan              terserang pilek.<br />
Selain bentukan kepala dan wajah bibit kelinci yang baik juga              haruslah berkaki normal. Cirinya kuat, kokoh dan berkuku pendek.              Lebih baik bila kakinya tidak bengkok atau cacat. Kaki yang cacat              berbentuk seperi huruf O atau X, sedangkan kaki yang baik cirinya              lurus dan sempurna.<br />
Ciri lainnya adalah berbadan bulat, berdada lebar, padat dan              singset. Kondisi seperti ini menunjukkan keadaan fisik yang prima              dan bertenaga kuat. Bentuk badan yang kuat juga mencerminkan jumlah              daging yang banyak. Sedangkan tambahan referensi lain tentang              kelinci yang sehat adalah biasanya berkulit licin dan tidak berasa              benjol-benjol bila diraba. Berbulu bersih, licin, halus, mengkilat              dan rata. Berdubur bersih, kering dan tidak terdapat tanda-tanda              kotoran bekas mencret.<br />
Juga lihat ekornya. Bila terlihat ekornya kecil, tumbuh lurus ke              atas dan tampak menempel ke punggung serta bentuknya tidak miring              atau rebah ke samping/terpuntir berarti memang benar kelinci itu              bagus adanya. Dan sebaliknya bila ekor tidak lurus ke atas berarti              kelinci tersebut cacat.</p>
<p>Cara Mengangkat<br />
Dalam memelihara kelinci perhatikan juga cara mengangkatnya. Hal ini              tidak bisa dilakukan sembarangan. Perlakuan yang salah bisa              menimbulkan hal-hal yang merugikan seperti cacat permanen dan              rusaknya peredaran darah. Kebanyakan orang mengangkat kelinci dengan              memegang kedua telinganya.<br />
Memang cara ini paling mudah tapi sebenarnya keliru adanya. Telinga              kelinci sangat sensitif dan tidak kuat menahan bobot tubuhnya              sendiri. Kalau cara ini dilakukan, otot dan saraf telinga akan              rusak. Kerusakan akan lebih parah lagi kalau kelinci yang diangkat              meronta-ronta. Posisi kepala akan menjadi miring sehingga kelinci              akan cacat seumur hidupnya.<br />
Untuk mengangkat kelinci besar, pegang kulit tengkuk atau punggung              dengan salah satu tangan. Begitu terangkat, tangan yang satu              digunakan untuk mendukung bagian pantat. Kerjakan pengangkatan itu              dengan tenang dan penuh kasih sayang. Sedangkan untuk kelinci yang              masih kecil proses pengangkatan dapat dimulai dengan memegang bagian              sebelah depan kaki belakang melalui punggung, dan proses selanjutnya              sama dengan kelinci dewasa.<br />
Sedangkan masalah kandang untuk kelinci tidaklah terlalu sulit              dicari. Sebab kelinci mudah sekali beradaptasi terhadap berbagai              bentuk kandang yang disediakan, asalkan kondisinya memenuhi              persyaratan kesehatan dan kebutuhan hidup kelinci tersebut.<br />
Apa pun bentuk dan ukuran kandang, asalkan berlokasi baik yang              ditandai dengan cukupnya sinar matahari yang masuk menjadi hal              pertama yang harus diperhatikan. Hal lainya adalah bersuhu sejuk,              memiliki ventilasi sempurna, tempatnya kering, lingkungan tenang dan              tak jauh dari rumah.<br />
Lantai kandang dapat dibuat dari kawat, bambu dan kayu atau tanah.              Bila memilih lantai dari kawat, ada sebagian yang terbuat dari              lembaran papan. Lantai kawat sangat melelahkan otot-otot kaki              kelinci. Karena itu, adanya lembaran papan dapat digunakan kelinci              untuk beristirahat.<br />
Kandang yang baik haruslah juga memenuhi kebutuhan sarana berupa              kotak sangkar, tempat makanan, tempat minum dan perlengkapan lain.              Kandang bisa saja di dalam ruangan atau di luar ruangan, terserah              kemauan pemiliknya dan tujuan pemeliharannya.</p>
<p>Pangan<br />
Kelinci yang hidup di alam bebas tidak terlalu sulit untuk mengurusi              makannya. Selama di tanah masih ada hijauan dan bisa ditumbuhi              rumput, biji-bijian dan umbi-umbian, kelinci masih dapat hidup.              Sedangkan kelinci yang diternakkan hidupnya terbatas di sekeliling              kandang saja. Kelangsungan hidupnya sangat ditentukan oleh perhatian              dan perawatan peternaknya. Jenis, jumlah dan mutu makanan yang              diberikan sangat menentukan pertumbuhan, kesehatan dan              perkembangbiakannya.<br />
Makanan kelinci yang baik adalah yang terdiri dari sayuran hijau,              jerami, biji-bijian, umbi dan konsentrat. Makanan hijau yang              diberikan antara lain semacam rumput lapangan, limbah sayuran              seperti kangkung dan wortel, daun pepaya, daun talas dan lain-lain.              Sayuran hijau yang akan diberikan pada kelinci ini kalau bisa telah              dilayukan dan jangan dalam keadaan segar. Proses pelayuan selain              untuk mempertinggi kadar serat kasar, juga untuk menghilangkan getah              atau racun yang dapat menimbulkan kejang-kejang atau mencret.<br />
Bentuk makanan lain bisa juga berupa jerami atau rumput awetan yang              dipotong menjelang berbunga. Rumput ini dikeringkan secara bertahap              sehingga kandungan gizinya tak rusak. Bisa juga berbentuk              biji-bijian yang berfungsi sebagai makanan penguat. Sedangkan untuk              makanan jenis umbi-umbian seperti ubi jalar, singkong dan lainnya              dapat diberikan kepada kelinci sebagai makanan tambahan.<br />
Konsentrat juga diperlukan dalam tambahan makanan kelinci. Berfungsi              untuk meningkatkan nilai gizi yang diberikan dan mempermudah              penyediaan makanan. Konsentrat sebagai ransum diberikan sebagai              makanan tambahan penguat, kalau makanan pokoknya sayuran hijau.              Konsentrat untuk makanan kelinci dapat berupa pellet (makanan buatan              dari pabrik), bekatul, bungkil kelapa, bungkil kacang tanah, ampas              tahu atau gaplek.</p>
<p>Potensi Kelinci<br />
Potensi kelinci sebenarnya masih sangat memungkinkan untuk              dikembangkan. Bukan hanya sebagai penghasil daging, melainkan juga              sebagai penghasil bulu, fur (kulit dan bulu) atau sebagai ternak              hias.<br />
Menurut informasi dari BLPP Ciawi, Bogor, pasar komoditas kulit bulu              kelinci semakin meningkat. Peningkatan terjadi karena santernya              kritik yang dilontarkan para pecinta alam dan lingkungan seperti              Green Peace terhadap perburuan dan pembantaian satwa liar.<br />
Sebelumnya, bulu untuk pembuatan jaket dan aksesorinya di              negara-negara beriklim dingin umumnya menggunakan kulit beruang              hasil buruan. Dengan santernya kritik tersebut para produsen jaket              kulit lantas berusaha melirik bahan baku lain. Dan kelinci dianggap              sebagai salah satu ternak yang bisa menggantikan kebutuhan bulu              untuk jaket.<br />
Ada baiknya tujuan pemeliharaan kelinci digunakan untuk diambil              kulit bulunya dan bukan dagingnya. Beternak kelinci Rex atau Angora              bisa mengahasilkan daging seberat 1,5 kg/ekor. Harga daging kelinci              bisa mencapai US$ 1 hingga US$ 1,5 per kilogramnya di AS. Tapi nilai              daging tersebut sangat kecil dibandingkan harga kulit kelinci yang              bisa laku sampai US$ 8 - 15 perlembar. Setelah disamak harga kulit              bulu kelinci bisa mencapai US$ 18 perlembarnya.<br />
Kulit bulu kelinci bisa dipakai sebagai bahan pakaian berbulu,              jaket, selendang, tas, dompet, boneka. Satu mantel eksklusif terbuat              dari 20-30 lembar kulit kelinci harganya bisa mencapai US$ 3.000.              Pasar kulit bulu ini mencakup daratan Eropa, Rusia, Amerika dan Asia              Utara. Produsen kulit bulu kelinci antara lain Hong Kong, Taiwan,              Jepang dan Korea Selatan.<br />
Tapi kenyataan yang ada sekarang, potensi tersebut belumlah              didayagunakan secara maksimal. Banyak peminat pemelihara kelinci              hanya memanfaatkan kelinci sebagai bahan penghibur saja. Padahal              bila mau diseriuskan bukan tidak mungkin bisa menjadi sumber              penghasilan juga adanya.</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/planethobbies.wordpress.com/26/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/planethobbies.wordpress.com/26/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/planethobbies.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/planethobbies.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/planethobbies.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/planethobbies.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/planethobbies.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/planethobbies.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/planethobbies.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/planethobbies.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/planethobbies.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/planethobbies.wordpress.com/26/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=planethobbies.wordpress.com&blog=3635214&post=26&subd=planethobbies&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://planethobbies.wordpress.com/2008/05/09/ternak-kelinci-bisa-menghasilkan-devisa/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://www.sinarharapan.co.id/feature/hobi/2002/071/klinci2.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Lou Han, Pembawa Hoki dari Negeri Timur</title>
		<link>http://planethobbies.wordpress.com/2008/05/09/lou-han-pembawa-hoki-dari-negeri-timur/</link>
		<comments>http://planethobbies.wordpress.com/2008/05/09/lou-han-pembawa-hoki-dari-negeri-timur/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 May 2008 16:19:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>planethobbies</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Binatang Peliharaan]]></category>

		<category><![CDATA[Hoki]]></category>

		<category><![CDATA[Ikan]]></category>

		<category><![CDATA[Lou han]]></category>

		<category><![CDATA[Negeri Timur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://planethobbies.wordpress.com/?p=25</guid>
		<description><![CDATA[





 
  


 JAKARTA - Ikan bertato aksara Mandarin itu hilir-mudik di akuarium.              Tubuhnya yang dibaluti perpaduan corak hitam dan perak bisa membuat              mata terpikat. Hewan ini pun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong><span style="font-family:Arial;font-size:x-small;"></span><span style="font-family:Arial;font-size:medium;"><br />
</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" align="justify">
<p class="MsoNormal" align="justify">
<p class="MsoNormal" align="justify">
<p class="MsoNormal" align="justify">
<p class="MsoNormal" align="justify"><span style="font-family:Arial;font-size:x-small;"> <img src="http://www.sinarharapan.co.id/feature/hobi/2002/06/4/ikan2.jpg" border="0" alt="" hspace="0" vspace="10" width="200" height="139" align="left" /></span></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><strong><span style="font-family:Arial;font-size:x-small;"> </span> </strong></p>
<p class="MsoNormal" align="justify">
<p class="MsoNormal" align="justify">
<p class="MsoNormal" align="justify"><span style="font-family:Arial;font-size:x-small;"> JAKARTA - Ikan bertato aksara Mandarin itu hilir-mudik di akuarium.              Tubuhnya yang dibaluti perpaduan corak hitam dan perak bisa membuat              mata terpikat. Hewan ini pun tak menolak saat dielus–elus tangan              sang pemilik. Ikan lou han sebutannya. Lou han yang diberi nama dewa              hoki itu diyakini bisa membawa berkah tersendiri.</span></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><span style="font-family:Arial;font-size:x-small;"> ”Kalau dilihat baik-baik, tulisan Mandarin itu artinya berkembang,”              kata Inna, sang pemilik ikan istimewa itu. ”Ikan ini memang nggak              punya corak warna yang mencolok, tapi dia punya marking yang jelas              sekali. Jadi bisa langsung terbaca,” tambah Inna menunjukkan rajah              di tubuh ikan lou han kesayangan itu.<br />
Sebetulnya, sudah banyak pehobi ikan hias yang merayu Inna untuk              melepas ikan itu. Namun ibu dua anak ini tak bergeming, not for sale              untuk si dewa hoki. ”Wah, ditukar dengan BMW keluaran terbaru pun              saya nggak mau (lepas),” kelakarnya dengan mimik kocak. Rasanya,              ungkapan itu tak berlebihan. Sebab Inna dan keluarga begitu percaya              bahwa ikan itu bisa membawa berkah. Membuat usaha mereka yang tengah              dilakoni makin maju. ”Jadi, kalau sampai dilepas bisa-bisa bangkrut              kita.”<img src="http://www.sinarharapan.co.id/feature/hobi/2002/06/4/ikan3.jpg" border="0" alt="" hspace="10" vspace="10" width="374" height="252" align="right" /></span></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><span style="font-family:Arial;font-size:xx-small;"> Yosafat Erie S.<br />
Perhatikan bibit lou han yang baik. Agar tak tertipu sebaiknya Anda              memilih bibit lou han yang sudah berukuran di atas tujuh cm. </span></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><span style="font-family:Arial;font-size:x-small;"><br />
Cerita Inna tadi cuma satu contoh dari sekian banyak pehobi di dalam              negeri yang tengah mabuk cinta dengan lou han. Beberapa bulan              terakhir, lou han terbukti berhasil merebut hati para pehobi ikan              hias. ”Bahkan, orang yang hobi burung atau anjing ikut-ikutan piara              ikan ini,” tambah Inna. Alhasil berbondong-bondonglah mereka beralih              status, kolektor lou han yang masih punya hubungan famili dengan              ikan mujair ini.</p>
<p>Bisnis Menjanjikan<br />
Menurut Iskandar, importir lou han di bilangan Ciledug, Tangerang,              fenomena lou han ini lahir dari dunia timur. Tepatnya, Malaysia. Di              tempat asalnya itu, lou han dikenal dengan nama rajah cichlasoma.              ”Ia juga sering disebut ikan sun go kong atau flower lou han,” ucap              pemilik farm Metro Lou Han itu.<br />
Kelahiran lou han itu bukan cuma membuat ‘heboh’ dunia ikan hias,              tapi sekaligus jawaban atas ketiadaan spesies ikan hias yang bisa              dibanggakan Malaysia. Wajar saja, kata Iskandar, sebab selama ini              negeri jiran itu memang kosong spesies ikan hias yang dapat              dibanggakan.<br />
Setelah lou han lahir, Asia (khususnya Malaysia) punya ikan hias              ornamental yang berkualitas dan bercitra tinggi. ”Di Malaysia              sendiri, ikan ini tumbuh pesat sebagai komoditas bisnis yang sangat              menjanjikan. Lou han banyak dijual mulai ukuran lima sampai 30 cm,”              papar lelaki dua anak ini dengan ramah.<br />
Sejalan dengan popularitas lou han yang terus meningkat, harga ikan              ini pun makin tinggi. Bayangkan, lou han yang bernama Coronation              Link dibanderoli angka 1,2 miliar rupiah. Ikan keluaran Meng              Akuarium, Malaysia itu unggul pada proporsional badan dan warna yang              cerah. Plus bintik mutiara yang bertabur di tubuhnya itu nyaris              sempurna.<br />
Sementara itu, cerita Iskandar, farm Malaysia lainnya, Mermaid              Explorer memiliki maskot lou han yang tak kalah istimewa. Lou han              yang bernama Beautiful Lady With Bikini itu dihargai kurang lebih              sama dengan keluaran Meng Akuarium.<br />
”Ikan itu berwarna kuning dengan bintik hitam yang melebar dan              memanjang dari insang ke pangkal ekor. Nah, yang membuat jadi makin              istimewa pada corak hitam di dekat kepala seperti ada gambar wanita              pakai bikini,” ujar Iskandar yang sudah melihat langsung siklid              istimewa milik Mermaid itu. Rata-rata, harga lou han berumur dua              bulan produksi Mermaid sekitar tiga juta rupiah.<br />
Itu sebabnya, setelah menekuni lou han sebagai hobi, Iskandar berani              melepas jabatan direktur keuangan sebuah perusahaan distribusi              makanan. Pria kelahiran Jambi itu amat yakin prospek bisnis lou han              sangat bagus di Indonesia. Tentunya keyakinan itu didasari              fakta-fakta dari negeri tetangga tadi.<br />
Hebatnya lagi, setiap hari rumah yang disulap jadi ruang pamer itu              tak pernah sepi pembeli. ”Sejak pertama impor, penjualan ikan ini              terus meningkat. Yang beli datang dari mana-mana. Bukan cuma dari              Jawa saja, dari Jambi pun ada,” ucap lelaki yang mengenal lou han              dari temannya, seorang eksportir di Singapura.</p>
<p>Magnet Kuat<br />
Lou han memang bak magnet kuat. Ikan ini bisa bikin orang kepincut              hingga banyak pehobi berusaha memiliki.<br />
”Saya senang ikan ini gara-gara penasaran dengan corak di badannya              itu. Kata teman-teman saya, coraknya itu bisa dibaca. Yang jelas              nggak semua ikan hias punya keunikan seperti itu,” ungkap St.              Adinata, pehobi lou han dari Solo. Belum lagi perpaduan warna yang              ada di tubuh lou han, lelaki paruh baya ini makin tergila-gila.              ”Warnanya seperti buatan manusia.”<br />
Selain punya warna yang cerah, umumnya berwarna kuning atau merah,              tubuh lou han seperti memiliki tebaran mutiara berupa totol metalik.              ”Nah, kalo ditaruh di akuarium dengan pencahayaan tepat, lou han              akan memancarkan cahaya dari bintik-bintik mutiara itu. Wah cantik              sekali lah,” kata Adinata.<br />
Awalnya, Adinata mengaku hanya mengoleksi burung saja. Namun setelah              melihat keindahan lou han saat berjalan-jalan di Singapura, bapak              tiga anak itu memutuskan untuk ”berburu” ikan hoki ini. ”Saya              koleksi lou han memang baru tiga bulan.”<br />
Meski tergolong ”pemain” baru, Adinata telah mengoleksi 18 lou han.              Di antaranya, flower leopard. Ikan ini punya bintik-bintik mutiara              yang sangat jelas. Alhasil ia kian betah berlama-lama menatap lou              han kesayangannya itu.<br />
Lou han yang baik, juga memiliki proporsional tubuh yang seimbang.              Ada lou han yang bertubuh segi empat, atau bertubuh bulat seperti              cakram. Dua-duanya jadi kegemaran para pehobi. ”Bentuk segi empat              yang baik punya perbandingan ukuran lebar dan panjang 1 banding 1,5.              Jika lebih pendek atau panjang, ikan itu termasuk jenis yang kurang              bagus,” ujar Adinata. Tapi jenis lou han yang punya bentuk seperti              cakram itu paling disukai, jarang dan unik.<br />
Penentu lain, ukuran nongnong kepala atau tonjolan di kepala. Lou              han yang punya nongnong besar pada bagian kepalanya, juga jadi              incaran pehobi lokal. Menurut Nurdin, salah satu ”pemain” lou han di              kawasan Jalan Sumenep, Jakarta Pusat, permintaan nongnong yang besar              itu sebenarnya datang dari pehobi di Indonesia. ”Wah, sejauh yang              saya tahu, di Malaysia atau Singapura lou han dengan jidat nongnong              nggak terlalu ngetop.”</p>
<p>Cermat Saat Memilih<br />
Bagi pemula hobi ini, Iskandar selalu wanti-wanti dalam memilih.              ”Mending pilih lou han yang berukuran kecil dulu. Apalagi buat              pemula yang kantungnya pas-pasan.” Tapi dari situlah kendala              menghadang. Sebab tak mudah untuk memilih lou han berkualitas baik              saat masih kecil. Apalagi jika pedangangnya nakal dan memberi kita              lou han palsu, seperti Cichlasoma synspilum, Cichlasoma              trimaculatum, Cichlasoma muculicauda atau Cichlasoma festae.<br />
Ikan-ikan itu sebetulnya masih ada hubungan darah dengan lou han.              Mereka masih dalam satu genus, Cichlasoma. Tak aneh jika badan ikan              itu bermotif walau hanya bercak hitam. Kepala juga sama dengan lou              han. Konon jenis-jenis itu sebagai silangan untuk menghasilkan lou              han.<br />
Lou han-lou han palsu itu bisa menjebak karena tak sesuai harapan              pehobi. Setelah berukuran 7 cm, motif di tubuh akan melebar, tipis              dan semakin kabur. ”Jadi, kalau mau beli lebih baik pilih yang sudah              berukuran di atas tujuh cm. Saat itu, kecantikan lou han sudah mulai              terlihat. Atau beli saja pada penyedia yang sudah terpercaya,” tutur              Iskandar.<br />
Dari segi perawatan, tak ada yang sulit untuk memelihara ikan yang              mudah beradaptasi ini. Ikan ini tak memerlukan akuarium yang              berukuran besar. Biasanya, ukuran akuarium disesuaikan dengan              panjang tubuh si lou han. Contohnya, untuk lou han berukuran 40 – 50              cm bisa digunakan akuarium dengan ukuran 200 x 170 x 80 cm.<br />
Agar terlihat makin cantik, di dalam akuarium bisa dibuatkan              diorama. Mulai dari batu-batuan, pasir, kerikil, pajangan hingga              gambar belakang dinding akuarium. Lengkap dengan filter, aerator,              alat penyifon air dan lampu flourescence atau ultra violet.<br />
Anda juga harus memperhatikan penggantian air. Meski tak menuntut              penggantian setiap hari, namun air yang kotor bisa membuat tubuh              ikan terkena jamur. ”Kalau airnya jarang diganti, sirip, insang dan              mata lou han akan timbul bintik-bintik putih,” ujar Inna. Itu              sebabnya ia menganjurkan untuk membubuhi sedikit garam dalam air              akuarium.<br />
Soal makanan, perhatikan umur si ikan. Saat berusia anakan, lou han              cukup diberi cacing darah (blood worm), cacing sutra (tubifex worm),              cuk (jentik nyamuk) dan kutu air. Setelah dewasa, lou han bisa              diberi makanan yang agak besar, seperti cacing tanah, ikan cere dan              udang hidup.<br />
Pemberian udang bisa diselang-seling dengan tanah dan pelet (pakan              buatan). Udang dan pelet itu bisa menambah cerah warna lou han. </span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/planethobbies.wordpress.com/25/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/planethobbies.wordpress.com/25/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/planethobbies.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/planethobbies.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/planethobbies.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/planethobbies.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/planethobbies.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/planethobbies.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/planethobbies.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/planethobbies.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/planethobbies.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/planethobbies.wordpress.com/25/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=planethobbies.wordpress.com&blog=3635214&post=25&subd=planethobbies&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://planethobbies.wordpress.com/2008/05/09/lou-han-pembawa-hoki-dari-negeri-timur/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://www.sinarharapan.co.id/feature/hobi/2002/06/4/ikan2.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.sinarharapan.co.id/feature/hobi/2002/06/4/ikan3.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Tips Merawat Arwana dalam Akuarium</title>
		<link>http://planethobbies.wordpress.com/2008/05/09/tips-merawat-arwana-dalam-akuarium/</link>
		<comments>http://planethobbies.wordpress.com/2008/05/09/tips-merawat-arwana-dalam-akuarium/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 May 2008 16:16:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>planethobbies</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Binatang Peliharaan]]></category>

		<category><![CDATA[Arwana]]></category>

		<category><![CDATA[Ikan]]></category>

		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://planethobbies.wordpress.com/?p=24</guid>
		<description><![CDATA[
 
  

 Kelalaian adalah sumber malapetaka bagi penggemar. Sekali saja lalai              tidak mengontrol aerator akuarium, bisa-bisa arwana mati. Apalagi              ceroboh, tentu lebih fatal akibatnya. Maka bagi penggemar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><blockquote>
<p class="MsoNormal" align="justify"><strong><span style="font-family:Arial;font-size:medium;"> </span></strong><strong><span style="font-family:Arial;font-size:x-small;"><br />
</span> <span style="font-family:Arial;font-size:medium;"> </span></strong><span style="font-family:Arial;font-size:x-small;"><img src="http://www.sinarharapan.co.id/feature/hobi/2002/05/4/arwana2.jpg" border="0" alt="" hspace="10" vspace="10" width="200" height="142" align="right" /></span></p>
</blockquote>
<p><span style="font-family:Arial;font-size:x-small;"> Kelalaian adalah sumber malapetaka bagi penggemar. Sekali saja lalai              tidak mengontrol aerator akuarium, bisa-bisa arwana mati. Apalagi              ceroboh, tentu lebih fatal akibatnya. Maka bagi penggemar yang              sungguh-sungguh mencintai arwana, pastilah memperhatikan seluk-beluk              di sekitar perawatan. Harapannya, agar arwana dalam akuarium bisa              tampil anggun dan asri. Lantas apa yang harus dilakukan?</p>
<p>1. Perhatikan peralatan aquarium<br />
Berhasil tidaknya akuarium menjadi tempat yang nyaman bagi ikan              arwana, sungguh dipengaruhi oleh kelengkapan sarana pendukungnya.</p>
<p>Aerator<br />
Fungsi aerator atau pompa udara adalah menyuplai udara ke dalam air              akuarium, dan sekaligus menguapkan atau mendorong hasil sisa-sisa              pembakaran ke luar dari akuarium. Aerator dikatakan baik, jika arus              listrik yang menggerakkannya kecil, tetapi udara yang ditiupkannya              relatif banyak.</p>
<p>Heater &amp; Thermometer<br />
Alat pemanas (heater) ini diperlukan terutama pada waktu suhu air              akuarium turun drastis. Sedangkan alat pengontrol suhu air atau              termometer juga dipasang dalam akuarium. Di daerah dingin, heater              dan termometer ini sangat dibutuhkan.</p>
<p>Filter<br />
Fungsi filter atau penyaring untuk menyaring air dalam akuarium.              Kerja filter mencakup ini untuk menyedot air akuarium, menyaring,              dan mengembalikannya lagi ke dalam akuarium dalam kondisi bersih.</p>
<p>Lampu TL<br />
Keberadaan lampu TL, selain menyinarkan cahaya, juga sanggup              mempercantik penampilan akuarium. Tapi, jangan sampai sinar lampu TL              justru menimbulkan panas yang melebihi kebutuhan. Idealnya untuk              akuarium seluas 80&#215;40 cm memerlukan lampu TL berdaya 20 watt.</p>
<p>2. Rajin melakukan perawatan akuarium<br />
Mau tak mau jika Anda terlanjur mencintai ikan arwana dalam              akuarium, cukuplah rajin melakukan perawatan. Sebab déngan demikian              itu, penampilan arwana dalam akuarium tampak sehat, segar, dan              menyenangkan.</p>
<p>Pemberian makanan<br />
Menu utama arwana dalam akuarium adalah kelabang. Tapi jangan terus-              menerus diberi kelabang, sebaiknya divariasi déngan makanan lain.              Contohnya: udang, kecoa, katak, lipan, kadal, maupun jangkrik.</p>
<p>Pengontrolan &amp; pergantian air<br />
Setiap hari diwajibkan mengontrol suhu dan pH air. Adapun suhu air              ideal bagi ikan arwana sekitar 25-27 derajat Celcius. Andaikata suhu              air dingin, segera nyalakan heater hingga suhu air sesuai kebutuhan.              Sedangkan pH yang dikehendaki sekitar 6-8,5. Andaikata pH terlalu              rendah, maka tambahkan kapur ke dalam akuarium. Selain itu, sanitasi              air perlu diperhatikan pula, silakan mengobati air akuarium déngan              Malachite green, déngan frekuensi 3 minggu sekali.<br />
Dan jangan lupa, air akuarium juga diganti. Namun pergantian air              dipilahkan menjadi dua, yakni: (a) pergantian air secara reguler              setiap 2 hari sekali dengan volume 10% dari seluruh volume air              akuarium, dan (b) total pergantian air dilakukan setiap 3 bulan              sekali. Jika Anda menggunakan air PAM, sebaiknya dibiarkan 24 jam              terlebih dahulu agar kandungan khlor mengendap, dan setelah itu bisa              dimasukkan ke dalam akuarium.</p>
<p>3. Penataan interior akuarium<br />
Kehidupan di dalam akuarium adalah replika lingkungan hidup di alam              bebas. Oleh karena itu, perlu penataan interior dalam akuarium. Ini              berarti menuntut apresiasi estetika, sehingga perpaduan antara              keindahan akuarium dengan anggunnya ikan arwana sanggup menampilkan              nuansa kesejukan yang harmonis.</p>
<p>Tanaman air<br />
Mengingat asal-muasal ikan arwana yang suka bersembunyi di bawah              tanaman air, maka kita pun siap menyediakan tanaman dimaksud. Ada              beberapa jenis tanaman air yang dapat dipilih antara lain:              Vallisneria spiralis, Hidrilla verticillata, Riccia fluiutana,              Higrophila polisperma, Pistia stratiotes, Najas indica, dan              sebagainya.</p>
<p>Pasir batuan<br />
Pasir digunakan sebagai landasan peletakan batuan. Sebaiknya              digunakan pasir sungai, yang masih bercampur dengan humus. Di              samping itu, diberi juga batuan dan termasuk karang-karangan. Ukuran              batu idéal berdia meter 3 mm. Batuan tersebut memiliki berbagai              corak dan warna yang beragam namun tetap indah. </span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/planethobbies.wordpress.com/24/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/planethobbies.wordpress.com/24/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/planethobbies.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/planethobbies.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/planethobbies.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/planethobbies.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/planethobbies.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/planethobbies.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/planethobbies.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/planethobbies.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/planethobbies.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/planethobbies.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=planethobbies.wordpress.com&blog=3635214&post=24&subd=planethobbies&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://planethobbies.wordpress.com/2008/05/09/tips-merawat-arwana-dalam-akuarium/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://www.sinarharapan.co.id/feature/hobi/2002/05/4/arwana2.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Tips untuk Mengenali Ikan Jenis Marlin</title>
		<link>http://planethobbies.wordpress.com/2008/05/09/tips-untuk-mengenali-ikan-jenis-marlin/</link>
		<comments>http://planethobbies.wordpress.com/2008/05/09/tips-untuk-mengenali-ikan-jenis-marlin/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 May 2008 16:13:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>planethobbies</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Binatang Peliharaan]]></category>

		<category><![CDATA[Ikan]]></category>

		<category><![CDATA[Marlin]]></category>

		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://planethobbies.wordpress.com/?p=23</guid>
		<description><![CDATA[  




Pemancing itu                  mendambakan sekali bisa dapat marlin. Menurut para pemancing                  kawakan, marlin itu hebat fight-nya. Jenis ikan ini juga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" align="justify"><strong><span style="font-family:Arial;font-size:medium;"> </span> </strong></p>
<table id="AutoNumber2" style="border-collapse:collapse;height:199px;border-width:0;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td style="border-style:none;border-width:medium;" rowspan="2" width="39%" height="197">
<p align="justify"><span style="font-family:Arial;font-size:x-small;">Pemancing itu                  mendambakan sekali bisa dapat marlin. Menurut para pemancing                  kawakan, marlin itu hebat fight-nya. Jenis ikan ini juga cantik                  sekali. ”Kalau terpancing, dia melompat ke atas permukaan 10                  sampai 20 meter. Pemancing bisa melihat ”musuh” di depannya itu.                  Ini sebuah pesona yang hanya bisa dinikmati sedikit orang,” ujar                  Dadi Kartahadimadja, yang pernah mendapat marlin seberat 300 kg                  namun lepas, ketika mengikuti turnamen di Manado.<br />
Tapi jika marlin terpancing, dia naik kepermukaan. Ada waktu                  untuk tarik ulur. Di sinilah pemancing fight bagaimana                  memenangkan pertarungan. Kapten kapal musti cekatan juga,                  membantu agar tali tidak putus. Caranya bisa memundurkan kapal                  agar posisi tali kendur dan ada kesempatan menggulung.<br />
Ada beberapa jenis ikan marlin. Black marlin atau marlin hitam                  dalam bahasa ilmiah disebut Makaira indica. Kemudian ada blue                  marlin atau marlin biru (Makaira nigircan). Sailfish atau ikan                  layar disebut Istiophorus platypterus. White marlin atau marlin                  putih (Tetrapturus albidus). Dan swordfish atau ikan todak                  dengan nama latin Xiphias galduys Linnaeus. Masih ada lagi                  stripped marlin (Tetrapturus audax) dan spearfish (Tetrapturus                  pfiuegeri / Tetrapturus angustirostris / Tetrapturus belone).</span></p>
</td>
<td style="border-style:none;border-width:medium;" width="6%" height="150"></td>
<td style="border-style:none;border-width:medium;" width="55%" height="150">
<p align="center"><img src="http://www.sinarharapan.co.id/feature/hobi/2002/04/4/marlin1.jpg" border="0" alt="" width="275" height="150" /></p>
<p align="center"><img src="http://www.sinarharapan.co.id/feature/hobi/2002/04/4/sailfish.jpg" border="0" alt="" width="300" height="160" /><br />
<strong><span style="font-size:22pt;font-family:Arial;">Sail Fish</span></strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="border-style:none;border-width:medium;" width="6%" height="45"></td>
<td style="border-style:none;border-width:medium;" width="55%" height="45">
<p align="center"><img src="http://www.sinarharapan.co.id/feature/hobi/2002/04/4/marlin2.jpg" border="0" alt="" width="250" height="187" /><br />
<strong><span style="font-size:22pt;font-family:Arial;">Black Marlin</span></strong></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><span style="font-family:Arial;font-size:x-small;"></p>
<p>Marlin Hitam<br />
Ikan ini yang terdapat di Samudra Hindia dan menjadi buruan dalam              kegiatan hobi olahraga memancing di Pelabuhan Ratu. Selain di situ              juga terdapat di Samudra Pasifik. Berada pada air dengan suhu 21-30              derajat Celcius dan jarang dijumpai di perairan dingin.<br />
Ikan ini dapat dengan cepat diidentifikasi karena ini satu-satunya              marlin yang memiliki sirip punggung yang kaku. Sirip ini tidak bisa              dilipat ke badannya. Garis punggungnya jarang sekali tampak jelas              pada ikan dewasa. Punggungnya berwarna biru tua yang langsung              berubah warna menjadi putih pada garis punggung. Jika sedang              melompat atau sedang makan maka akan terlihat garis biru yang samar              di sisinya. Makanannya terdiri dari sotong, makarel, bonito, ikan              terbang.<br />
Marlin hitam memiliki tenaga, ukuran dan ketangguhan yang menjadi              tantangan pemancing. Ikan ini dikenal dengan kecepatan renangnya dan              diikuti gerak menyelam yang dalam. Ikan terbesar yang pernah              ditangkap beratnya mencapai 700 kilogram, sekitar lima kali berat              marlin umumnya, di Cabo Blanco, Peru pada 4 Agustus 1953.</p>
<p>Marlin Biru<br />
Ikan marlin biru terbesar yang pernah ditangkap beratnya 637              kilogram di Vitoria, Brazil 29 Februari 1992. Ikan ini hidup pada              perairan hangat. Ikan ini tidak seperti marlin hitam dijumpai juga              di Samudra Atlantik berada pada kawasan tropik dari samudra itu.              Ikan ini tidak terdapat di kawasan perairan Pelabuhan Ratu.<br />
Ciri ikan ini adalah sirip pektoralnya tidak pernah kaku, bahkan              ketika telah mati masih bisa dilipat ke dalam tubuhnya. Sirip              dorsalnya tinggi dan tajam, tingginya lebih dari lebarnya tubuh              ikan. Sirip ekornya besar dan berujung tajam.<br />
Ikan jenis ini termasuk petarung agresif yang kerap kali melompat ke              udara, seakan-akan tidak kenal lelah. Mereka berenang dengan cepat              dan kuat.</p>
<p>Marlin Putih<br />
Biasanya berat maksimum ikan dewasa jantan hanya 90 kilogram.              Sedangkan yang betina sebagaimana ikan-ikan jenis ini bisa tumbuh              menjadi raksasa. Ikan terbesar yang pernah ditangkap beratnya hanya              sekitar 82,3 kilogram yang juga didapat di Vitoria, Brasil pada 8              Desember 1979.<br />
Ikan ini tersebar di Samudra Atlantik, Teluk Meksiko dan Laut              Karibia serta juga di Laut Tengah di Eropa. Ikan ini bisa bermigrasi              ke perairan tropis. Dan kerap berada dekat dengan pantai.<br />
Ciri yang paling menonjol adalah sirip dorsal, pektoral dan ekornya              berbentuk bulat bukan tajam. Sirip pektoralnya dapat dibengkokkan              hingga rapat dengan tubuhnya. Garis sisinya sangat jelas. Warna ikan              ini lebih mendekati warna hijau dibandingkan marlin lainnya.</p>
<p>Ikan Todak<br />
Berat maksimum ikan ini mencapai 682 kilogram, dan yang terberat              ditangkap di Iquique, Cili seberat 537 kilogram. Cucutnya paling              panjang, lurus dan lebar. Hidup pada suhu 13 hingga 22 derajat              Celcius. Ikan ini ditemukan di hampir semua perairan di permukaan              bumi.<br />
Ciri paling mudah adalah sungut tajam yang menyerupai pedang. Pedang              ini digunakan untuk bertahan atau membunuh, menyerang mangsanya.              Makannya seperti marlin lainnya berupa sotong, lumba-lumba, dan              makarel.<br />
Punggungnya bisa berwarna coklat tua, perunggu, ungu metalik, biru              keabu-abuan atau hitam sama sekali. Sisinya bisa gelap, dan bagian              bawahnya putih.<br />
Ikan ini mudah takut oleh kedatangan kapal dan tingkahnya tidak              menentu walau jarang sekali mereka menyerang kapal. Sungutnya kerap              digunakan untuk memotong tali pancing.<br />
Kini populasi marlin jauh berkurang. Jumlah ini tergantung pada si              pemancing. Jika dia baru pertama kali dapat marlin, dia ingin              berfoto dengan hasil tangkapannya. Untuk ini tentunya tidak akan              dilepas karena harus dibawa ke pelabuhan. Sebetulnya yang paling              membuat populasinya turun drastis, menurut Dadi, adalah commercial              fishing, atau tertangkap jala. ”Ikan marlin memang enak. Dia              merupakan perpaduan antara daging tuna dan tenggiri. Steaknya kan              terkenal sekali.”</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/planethobbies.wordpress.com/23/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/planethobbies.wordpress.com/23/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/planethobbies.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/planethobbies.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/planethobbies.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/planethobbies.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/planethobbies.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/planethobbies.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/planethobbies.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/planethobbies.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/planethobbies.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/planethobbies.wordpress.com/23/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=planethobbies.wordpress.com&blog=3635214&post=23&subd=planethobbies&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://planethobbies.wordpress.com/2008/05/09/tips-untuk-mengenali-ikan-jenis-marlin/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://www.sinarharapan.co.id/feature/hobi/2002/04/4/marlin1.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.sinarharapan.co.id/feature/hobi/2002/04/4/sailfish.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.sinarharapan.co.id/feature/hobi/2002/04/4/marlin2.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Memelihara Anjing Mini</title>
		<link>http://planethobbies.wordpress.com/2008/05/09/memelihara-anjing-mini/</link>
		<comments>http://planethobbies.wordpress.com/2008/05/09/memelihara-anjing-mini/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 May 2008 16:11:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>planethobbies</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Binatang Peliharaan]]></category>

		<category><![CDATA[Anjing]]></category>

		<category><![CDATA[Mini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://planethobbies.wordpress.com/?p=22</guid>
		<description><![CDATA[

 






 



 JAKARTA – Anjing-anjing mini seperti chihuahua, peking, pudel,                  atau mini pincher tampilannya imut banget. Tak ada kesan seram                  [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong><span style="font-family:Arial;font-size:medium;"><br />
</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><span style="font-family:Arial;font-size:x-small;"> </span></p>
<table id="AutoNumber2" style="border-collapse:collapse;border-width:0;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td style="border-style:none;border-width:medium;" width="10%">
<p align="center">
</td>
<td style="border-style:none;border-width:medium;" width="26%"><span style="font-family:Arial;font-size:x-small;"> <img src="http://www.sinarharapan.co.id/feature/hobi/2002/04/3/dog1.jpg" border="0" alt="" hspace="10" vspace="10" width="250" height="400" /></span></td>
<td style="border-style:none;border-width:medium;" width="13%">
<p align="center">
</td>
<td style="border-style:none;border-width:medium;" width="35%"><span style="font-family:Arial;font-size:x-small;"> JAKARTA – Anjing-anjing mini seperti chihuahua, peking, pudel,                  atau mini pincher tampilannya imut banget. Tak ada kesan seram                  atau pun galak. Malah orang yang suka anjing pasti merasa gemes                  jika melihatnya. Apalagi kalau menyalak, suaranya itu seperti                  anak anjing. Jadi, orang bukan takut tapi geregetan. Anjing mini                  bukan anjing kuntet karena penyakit. Tapi memang adanya begitu.                  Dan mengapa bisa terjadi? Jawaban yang paling gampang adalah                  pembiakan.</span></td>
<td style="border-style:none;border-width:medium;" width="16%">
<p align="center">
</td>
</tr>
<tr>
<td style="border-style:none;border-width:medium;" width="10%"></td>
<td style="border-style:none;border-width:medium;" width="26%"></td>
<td style="border-style:none;border-width:medium;" width="13%"></td>
<td style="border-style:none;border-width:medium;" width="35%"></td>
<td style="border-style:none;border-width:medium;" width="16%"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="MsoNormal" align="justify"><span style="font-family:Arial;font-size:x-small;"> Kapan mereka hadir di dunia dan mengapa satu sama lain berbeda dari              segi fisik? Kata pakar, mereka telah hadir di bumi sejak jutaan              tahun yang lalu. Menurut para ahli, anjing berasal dari dua hewan              liar yang dalam banyak hal mirip satu sama lain yakni, serigala dan              jackal. Anjing pertama yang hidup, konon berasal dari jackal sebagai              induknya dan serigala sebagai jantannya.<br />
Sementara pakar lain menyebutkan bahwa anjing itu berasal dari satwa              yang mirip serigala dan bukan berasal dari serigala murni. Ini akhir              dari jawaban bahwa rupa-rupanya tak seorang pun tahu dari mana              asal-usul anjing yang sesungguhnya.Yang kita tahu secara pasti bahwa              ribuan tahun yang lalu manusia menjinakkan anjing liar dan              membawanya ke rumah.<br />
Di kala itu yang disebut rumah adalah sebuah gua-gua alam. Anjing              ”bertugas” menjaga gua, dan berburu bersama tuannya. Bukti yang              penting yakni ditemukannya di dalam gua pada zaman batu, tulang              belulang manusia dan anjing terserak bersama. Menurut para ahli              purbakala, itu terjadi pada masa prasejarah, persisnya periode              sebelum sejarah yang tertulis dimulai. Kabarnya pertemuan antara              manusia dan anjing ini terjadi di pertemuan dua benua Eropa dan Asia              yang disebut benua Eurasia. Waktunya sekitar 12.000 sampai 14.000              tahun lalu.<br />
Anjing-anjing merupakan hewan liar yang pertama dipelihara manusia.              Binatang liar ini diduga kerap mendekati manusia untuk mendapatkan              sisa buruannya. Manusia membiarkan saja binatang liar itu berada di              perkemahan atau gua tempat tinggal mereka, karena binatang berkaki              empat ini memperingati manusia bila ada yang mendekat. Begitu teori              yang diajukan para ahli sejarah anjing.<br />
Manusia pun memanfaatkan anjing-anjing ini untuk meringankan              kehidupannya. Contohnya masa kini masih bisa dilihat di Alaska.              Anjing-anjing dilatih untuk menarik kereta salju. Di peternakan              Australia dan Selandia Baru anjing-anjing dilatih menggiring ternak.</p>
<p>Hasil Pembiakan<br />
Selain itu manusia juga mengawinkan anjing-anjing. Hasil yang              berubah membuat eksperimen ini terus berlanjut. Hasilnya, jika asal              muasal anjing dari satu jenis atau dua hewan liar, sangat              bervariasi. Anjing yang terkecil, Chihuahua beratnya ada yang tidak              sampai satu kilogram. Sedangkan anjing yang terberat St Bernard atau              dari turunan mastiff beratnya bisa mencapai hampir 70 kilogram.<br />
Pembiakan selektif telah menghasilkan berbagai bentuk anjing. Ada              yang telinganya tegak dan lainya bertelinga jatuh. Ada yang              moncongnya monyong dan lainnya pesek luar biasa. Paling aneh mungkin              daschund. Anjing ini masuk anjing mini. Bentuk badannya panjang dan              kaki-kakinya sangat pendek sehingga tidak proporsional kelihatannya.              Daschund dikembangkan di Jerman dan disebut sebagai anjing pemburu              binatang pengerat yang hidup di terowongan dalam tanah. Daschund              tingginya antar 18-25 centimeter dan beratnya 5,5 - 20 kilogram.              Daschund yang mini beratnya tidak sampai 5 kilogram.<br />
Hasil aneh lainnya adalah anjing Shar pei dari Cina. Anjing ini              memiliki kerut-kerut kulit yang tebal hingga tampak seperti kain              lusuh yang berjalan. Anjing-anjing seperti ini, termasuk anjing              Dalmatian, anjing putih bertutul hitam yang populer lewat film              anak-anak Hollywood, termasuk keturunan anjing yang sudah tidak              menentu lagi. Jenis ini termasuk Bulldog dan Chow-chow.</p>
<p></span></p>
<table id="AutoNumber3" style="border-collapse:collapse;border-width:0;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td style="border-style:none;border-width:medium;" width="6%">
<p align="center"><img src="http://www.sinarharapan.co.id/feature/hobi/2002/04/3/dog2.jpg" border="0" alt="" hspace="0" vspace="10" width="278" height="170" /></p>
</td>
<td style="border-style:none;border-width:medium;" width="17%"></td>
<td style="border-style:none;border-width:medium;" width="41%"></td>
<td style="border-style:none;border-width:medium;" width="5%"></td>
<td style="border-style:none;border-width:medium;" width="31%"><img src="http://www.sinarharapan.co.id/feature/hobi/2002/04/3/dog3.jpg" border="0" alt="" hspace="0" vspace="10" width="246" height="170" /></td>
</tr>
<tr>
<td style="border-style:none;border-width:medium;" width="6%"><span style="font-size:x-small;">SH/Tinnes Sanger<br />
Anjing pun perlu perawatan rambut. Apalagi jika jenisnya berbulu                  panjang, agar tidak kusut dan kulitnya bersih dari kutu.</span></td>
<td style="border-style:none;border-width:medium;" width="17%"></td>
<td style="border-style:none;border-width:medium;" width="41%"></td>
<td style="border-style:none;border-width:medium;" width="5%"></td>
<td style="border-style:none;border-width:medium;" width="31%"><span style="font-size:x-small;">Istimewa<br />
Anjing peking asli berbulu lebat. Bentuknya yang buntek,                  membuatnya menjadi lucu.</span></td>
</tr>
<tr>
<td style="border-style:none;border-width:medium;" width="73%"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="MsoNormal" align="justify"><span style="font-family:Arial;font-size:x-small;"> Anjing dan Kita<br />
Anjing mini jarang dibawa jalan oleh tuannya. Anjing ini sejak kecil              tak terbiasa dirantai. Mungkin karena kecil dan dianggap tak              berbahaya. Jadi jika dilepas di luar boleh jadi hilang. Risiko              tertabrak kendaraan besar sekali. Makanya di perumahan elit, di mana              anjing-anjing sering dijumpai, tak pernah terlihat jalan-jalan sore.              Lazimnya mereka berada di balik pagar saja. Atau main-main di ruang              tamu dan tempat tidur sekalian menemani bobo pemiliknya.<br />
Cerita yang menarik adalah ketika manusia mulai menulis tentang              pekerjaan yang ia lakukan, ia sering menyebut-nyebut nama anjing.              Dalam sejarah Mesir Kuno, orang Mesir sering memakai anjing besar              seperti greyhound untuk berburu binatang.<br />
Sampai kini bahkan anjing greyhound selain digunakan sebagai anjing              balap, juga untuk lambang perusahaan bus terbesar di Amerika              Serikat. Gambar-gambar anjing banyak juga ditemukan di makam-makam              Mesir kuno 5000 tahun yang lalu.<br />
Atau orang-orang Indian melukis anjing di gerabah mereka ratusan              tahun yang lalu. Kemudian juga orang Ethiopia kuno pun menghormati              anjing sedemikian rupa, yang pada suatu waktu mereka memilih seekor              anjing sebagai raja mereka. Gonggongan anjing yang mereka dengar,              mereka terjemahkan bersama lalu mereka lakukan pekerjaan yang telah              mereka simpulkan dari gonggongan anjing itu.<br />
Warga Yunani dan Romawi kuno, menurut data, juga suka memakai anjing              untuk berburu atau dijadikan binatang kesayangan. Di zaman              Pertengahan bahkan para bangsawan memelihara sekelompok anjing              buruan (a group of hound dogs) untuk berburu kijang dan musang. Di              era kini pun banyak kisah tentang anjing yang tak terhitung              banyaknya yang telah ditulis mengenai kegunaan, kecerdikan,              kesetiaan dan kepahlawanannya.<br />
Di kota besar dan desa yang penduduknya non Muslim banyak ditemukan              anjing berbagai ukuran, bentuk dan warna. Ada lebih 200 ras anjing              dan berbagai macam galur yang berbeda dibandingkan dengan hewan              lain. Ini disebabkan karena kedekatannya dengan manusia dan orang              membiarkan jumlah anjing meningkat.</p>
<p>Geligi Tajam<br />
Semua anjing memiliki badan yang padat dan kaki yang langsing.              Anjing berukuran besar atau kecil, menurut data, tetap mempunyai              jumlah tulang yang sama. Tiap-tiap kaki depan mempunyai lima cakar              sedangkan kaki belakang empat.<br />
Anjing adalah karnivora yang berarti pemakan daging. Makanan              utamanya daging namun bisa pula biji-bijian maupun sejumlah sayuran              yang diolah demikian rupa hingga dapat diterima oleh anjing.              Sekarang ini cukup banyak perusahaan makanan anjing dan hewan              kesayangan lain yang menjualnya dalam kaleng. Menurut labelnya sudah              pasti kandungan gizinya memenuhi syarat.<br />
Anjing punya geligi yang sangat tajam yang bisa digunakan untuk              mengoyak-ngoyak daging dengan gampangnya, dan beberapa geligi lain              untuk mengunyah. Hampir semua anjing mempunyai telinga yang besar,              karena itu pemilik anjing yang mempunyai anjing berdaun telinga              besar kadang memotong kuping anjing tersebut ke dokter hewan agar              terkesan bagus.</p>
<p>Buta Warna<br />
Menurut pakar, anjing ternyata tak dapat membedakan warna. Yang              tampak, begitu kata ahli, hanya hitam, putih dan abu-abu. Di              kulitnya tak ada lubang-lubang untuk perspirasi seperti pada              manusia. Oleh karena itu jika dia kepanasan lidahnya dijulurkan              keluar untuk perspirasi sehingga bisa menurunkan panas badan.<br />
Anjing betina bunting sekitar 62 hari dan sekali melahirkan bisa              beberapa ekor anak anjing . Anjing menjadi dewasa pada umur dua              tahun dan dapat mencapai 10 atau 12 tahun, bahkan ada pula yang              lebih dari itu. Yang membuat mereka bisa berumur panjang bukan cuma              unsur makanan, tapi perhatian dari tuannya yang wajar.<br />
Makanan yang kelebihan lemak atau kekurangan lemak, tak baik bagi              kesehatannya. Apalagi bagi anjing-anjing mini yang kebutuhan              makanannya tak begitu banyak. Pemberian yang pas atau sesuai anjuran              dalam label makanan kaleng, sebaiknya diikuti. Sebab, itu standar              gizi berdasarkan penelitian. Janganlah karena terlalu disayang, tiap              kali si imut merengek diberi makanan. Dijamin bukan jadi sehat tapi              malah penyakitan.</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/planethobbies.wordpress.com/22/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/planethobbies.wordpress.com/22/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/planethobbies.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/planethobbies.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/planethobbies.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/planethobbies.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/planethobbies.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/planethobbies.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/planethobbies.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/planethobbies.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/planethobbies.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/planethobbies.wordpress.com/22/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=planethobbies.wordpress.com&blog=3635214&post=22&subd=planethobbies&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://planethobbies.wordpress.com/2008/05/09/memelihara-anjing-mini/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://www.sinarharapan.co.id/feature/hobi/2002/04/3/dog1.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.sinarharapan.co.id/feature/hobi/2002/04/3/dog2.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.sinarharapan.co.id/feature/hobi/2002/04/3/dog3.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>