Mengenal “Pick up” Alat Penting pada Gitar

9 05 2008



Pick up HSS: Kombinasi Humbucker — Single — Single

Oleh Agung Swandaru

JAKARTA – Bagi seorang gitaris yang lebih sering menggunakan gitar elektris tentu paham dengan spesifikasi yang ada pada alat musik tersebut. Berbeda dari gitar akustik, komponen gitar elektris memang lebih ruwet. Sebab banyak unsur yang menentukan kualitas suara yang dihasilkan pada alat musik tersebut.

Selain badan gitar dan dawai, alat yang paling penting pada gitar elektrik adalah pick up. Apa itu pick up? Sesuai dengan namanya, pick up gitar bertugas “mengambil” suara atau getaran dawai. Pick up adalah sebuah transducer yang akan mengubah getar dawai menjadi energi listrik, lalu diteruskan melalui kabel dan masuk ke dalam amplifier. Pick up ini terletak menempel pada di tengah badan gitar dan jaraknya berdekatan dengan dawai sehingga mampu merekam atau mengambil suara getaran dawai.
Secara fisik, pick up terdiri dari 2 jenis yaitu single coil yang terdiri dari satu pick up dan humbucker yang merupakan gabungan dua pick up. Dari letaknya, pick up bisa dibedakan menjadi pick up neck dan pick up bridge. Sesuai namanya, pick up neck letaknya berdekatan dengan leher (neck) gitar. Sedangkan pick up bridge letaknya berdekatan dengan bridge/tremolo gitar. Kedua pick up ini mempunyai frekuensi yang berbeda. Biasanya pick up bridge mempunyai output yang lebih besar karena getaran dawai akan semakin berkurang ketika mendekati bridge.
Selain itu ada dua jenis pick up yang berbeda, yaitu pick up aktif dan pasif. Pick up aktif adalah pick up yang sudah dilengkapi pre-amp di dalamnya. Pre-amp ini digunakan untuk mendapatkan gain lebih tinggi, membentuk tone, dan mengurangi impedansi output. Kelebihan pick up ini ada pada respons treble yang lebih baik dengan noise yang lebih rendah. Untuk mengaktifkannya diperlukan sebuah baterai.
Sedangkan pick up pasif tidak dilengkapi dengan sirkuit elektronik apa pun di dalamnya dan tidak membutuhkan baterai untuk mengaktifkannya. Umumnya pick up yang ada saat Anda membeli gitar elektris atau akustik adalah pick up jenis ini.
Kadang banyak juga gitaris yang masih belum puas dengan pick up yang ada di gitarnya. Alasannya beragam, seperti kurang puas dengan karakter suara yang dihasilkan oleh pick up yang ada pada gitarnya, atau ingin meniru spesifikasi milik gitaris idolanya, atau malah fanatik dengan merek pick up tertentu. Menurut Ade Bagus, gitaris kelompok Clorophyl yang beberapa waktu lalu tampil di ajang International Java Jazz Festival 2005, biasanya gitaris mengganti pick upnya karena kepuasan pribadi. “Sesuai karakter suara yang dibutuhkan,” katanya. Awalnya ia sendiri mengubah spesifikasi pick up karena tertarik dengan karakter suara gitaris idolanya, Paul Gilbert dan Steve Vai.
Setiap produsen gitar umumnya memang memproduksi sendiri pick up-nya. Namun ada beberapa produsen yang merupakan spesialis pick up seperti DiMarzio, Seymour Duncan, dan EMG. Sampai saat ini produsen-produsen tersebut terus mengembangkan kualitas pick up buatannya. Ini peluang para gitaris untuk memperbaiki karakter atau kualitas suara sesuai yang diinginkannya dengan mengganti pick up sesuai kebutuhan.

Spesifikasi
Pada dasarnya pick up terdiri dari dua komponen, yaitu magnet dan gulungan kawat tembaga yang disebut coil. Gulungan ini melilit ribuan kali pada tiap bobbin. Perbedaan antara besar bobbin, jumlah gulungan, dan ukuran kawat tembaga yang digunakan juga akan memberikan perbedaan pada hasil akhir cara kerja pick up. Jumlah lilitan kabel tembaga yang terlilit di sekitar kumparan juga akan mempengaruhi tampilan pick up dan tone keseluruhan gitar. Jika terlalu banyak memiliki lingkaran, akan mempunyai tingkat output yang tinggi. Sebaliknya, pick up dengan lingkaran yang kecil akan menciptakan suara yang lemah dan tipis.
Ada beberapa jenis magnet yang digunakan untuk pick up gitar. Tapi pada dasarnya dibagi menjadi dua bagian besar, yaitu ceramic dan alnico. Alnico merupakan magnet yang terdiri dari gabungan aluminium, nikel, dan cobalt. Magnet termasuk salah satu yang cukup memberi kontribusi pada tone. Magnet inilah yang akan menentukan seberapa besar medan magnet yang akan tercipta dari getaran dawai. Magnet Ceramic membuat pick up lebih powerfull dan mempunyai dinamika yang lebih lebar. Magnet jenis ini menghasilkan medan magnet yang lebih hebat dibandingkan dengan alnico.
Beberapa produsen juga menyertakan tone guide pada lembar spesifikasinya. Biasanya berupa besar kecilnya repro masing-masing rentan frekuensi. Misalnya pick up buatan DiMarzio, yaitu Super Distortion, tone guidenya yakni bass 8.0, mid 7,5 dan treble 5,5. Ini akan sangat membantu dalam menentukan pilihan pick up.
Mengganti pick up memang bukan perkara yang mudah jika tidak diikuti dengan pengetahuan tentang pick up itu sendiri. Jangan terburu-buru ingin mengganti pick up hanya karena ingin mengikuti karakter suara yang dihasilkan oleh gitaris idola. Sebaiknya memang harus diteliti terlebih dahulu, apakah spesifikasi pick up itu yang benar-benar membuat karakter suara itu terdengar berbeda. Jangan lupa, selain faktor pick up, masih ada beberapa faktor lain yang mempengaruhi karakter suara, seperti gitar, dawai, sound effect, amplifier, sampai ke permainan gitaris itu sendiri


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: